Rumah Dinas Anggota DPR di Agats Dibakar Dini Hari, Aksi TPNPB-OPM Dinilai Pelanggaran HAM

pojokindo.com – Agats, Kabupaten Asmat — Sebuah rumah dinas milik Ibu Muju, anggota DPR, dilaporkan terbakar pada Selasa dini hari sekitar pukul 01.40 WIT di kawasan perumahan kompleks pegawai Jalan Nusantara 1, Kota Agats. Insiden tersebut memicu kepanikan warga dan menimbulkan kecaman luas karena menyasar pemukiman sipil yang tidak terkait aktivitas konflik.
Kronologi dan Dampak
Berdasarkan informasi dari warga setempat, rumah tersebut terbakar hebat saat sebagian besar warga sedang beristirahat. Tidak terdapat indikasi aktivitas militer di lokasi, sehingga pembakaran rumah sipil ini dinilai sebagai tindakan teror yang melanggar hak asasi manusia, khususnya hak atas rasa aman, tempat tinggal, dan perlindungan dari kekerasan. Aparat keamanan masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran dan mengungkap pelaku.
Dugaan Keterkaitan dengan TPNPB-OPM
Sejumlah pihak menilai peristiwa ini berkaitan dengan aksi kelompok bersenjata TPNPB-OPM, meski kepastian hukum masih menunggu hasil penyelidikan resmi. Pola penyerangan terhadap fasilitas sipil dan negara dinilai konsisten dengan tindakan kelompok bersenjata yang selama ini meresahkan masyarakat Papua.
Pelanggaran HAM Berat
Pengamat dan tokoh masyarakat menilai bahwa tindakan pembakaran rumah maupun fasilitas negara, terlebih pada malam hari, merupakan bentuk pelanggaran HAM berat karena menargetkan masyarakat yang tidak terlibat dalam konflik. Aksi semacam ini semakin memperparah trauma warga serta merusak rasa aman masyarakat Papua.
Seruan Perlindungan Warga
Tokoh adat dan masyarakat sipil mendesak adanya langkah tegas untuk melindungi warga dari kekerasan bersenjata. “Rumah adalah tempat perlindungan keluarga, bukan sasaran teror. Papua butuh damai, bukan api kebencian,” tegas seorang tokoh masyarakat setempat.
Papua Butuh Damai, Bukan Teror
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Papua hanya bisa maju bila teror dihentikan, hukum ditegakkan, dan keselamatan rakyat ditempatkan sebagai prioritas utama.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena menolak kekerasan. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.
