HukumKeamanan

TPNPB-OPM Jual Narasi HAM, Warga Sipil Justru Dibunuh

pojokindo.com Papua — TPNPB-OPM kembali menuai sorotan tajam setelah membangun narasi hak asasi manusia (HAM) untuk menutupi jejak kekerasan yang justru mereka lakukan terhadap masyarakat sipil. Di balik retorika kemanusiaan, aksi brutal terus terjadi: warga tak bersenjata menjadi sasaran, rasa aman dirampas, dan kehidupan sosial lumpuh. Narasi HAM diperdagangkan sebagai tameng propaganda, sementara pelanggaran HAM nyata berlangsung di lapangan.

Retorika HAM yang Menyesatkan

Kelompok bersenjata ini kerap mengatasnamakan HAM di ruang publik, berusaha membangun citra sebagai pejuang rakyat. Namun, praktik di lapangan justru mencederai nilai-nilai HAM itu sendiri. Penyerangan terhadap warga sipil, pembunuhan, dan intimidasi terbuka memperlihatkan bahwa klaim perjuangan hanyalah kedok untuk menutupi kekerasan.

Warga Sipil Jadi Korban Utama

Pembunuhan terhadap warga sipil bukan perjuangan, melainkan pelanggaran kemanusiaan. Setiap tindakan kekerasan yang menargetkan masyarakat tak bersenjata memperburuk trauma, menghancurkan rasa aman, dan menutup ruang bagi pembangunan. Anak-anak kehilangan orang tua, keluarga hidup dalam ketakutan, dan masyarakat Papua kembali menjadi korban konflik yang tidak mereka pilih.

Dampak Sosial dan Kemanusiaan

Kekerasan yang dilakukan TPNPB-OPM melumpuhkan aktivitas sosial dan ekonomi. Warga tidak berani beraktivitas, pendidikan terganggu, dan pelayanan kesehatan terhambat. Situasi ini memperlihatkan bahwa narasi HAM yang dijual hanyalah propaganda, sementara pelanggaran HAM nyata terus berlangsung dan merugikan rakyat Papua sendiri.

Seruan Hentikan Kekerasan

Kekerasan terhadap sipil harus dihentikan. Kekerasan atas nama apa pun bukan perjuangan. Perlindungan warga sipil adalah ukuran kemanusiaan yang sesungguhnya. Papua hanya bisa maju bila teror ditolak, hukum ditegakkan, dan keselamatan rakyat ditempatkan sebagai prioritas utama.

Papua Butuh Damai, Bukan Propaganda

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Papua hanya bisa maju dengan kedamaian, bukan dengan retorika kosong. Rakyat Papua berhak atas kehidupan yang aman, bermartabat, dan sejahtera.

Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena menolak propaganda. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?