Teror Bersenjata di Jalur Logpon–Dekai: TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo Tembaki Mobil Pick Up dan Truk Box Sembako, Sipil Jadi Sasaran

pojokindo.com – Yahukimo, Papua Pegunungan — Aksi teror bersenjata kembali menghantam Kabupaten Yahukimo. Dalam dua insiden terpisah di jalur vital Logpon–Dekai, mobil pick up berpenumpang warga sipil dan truk box pengangkut sembako menjadi sasaran penembakan brutal. Serangan ini memperlihatkan pola kekerasan yang menyasar masyarakat tak bersenjata dan jalur logistik, memicu ketakutan luas di tengah warga.
Insiden Pertama: Sopir Truk Box Nyaris Tewas
Insiden pertama terjadi Jumat (30/1/2026) sore di Jalan Poros Logpon KM 7, Distrik Dekai. Seorang sopir truk box bermuatan bahan kebutuhan pokok, Jany Trio Mayaut (42), nyaris meregang nyawa setelah peluru menembus lengannya saat melaju menuju Kota Dekai. Laporan warga masuk sekitar pukul 15.20 WIT, menandai kembali rapuhnya rasa aman di jalur distribusi yang menjadi nadi kehidupan masyarakat pegunungan.
Insiden Kedua: Mobil Pick Up Ditembaki
Teror berlanjut Minggu (1/2/2026) pagi di lokasi yang sama. Sebuah mobil pick up yang membawa tiga warga sipil ditembaki dari sisi jalan. Pengemudi terpaksa memacu kendaraan untuk menyelamatkan diri, sementara seorang penumpang sempat melompat ke semak-semak. Rentetan serangan ini menegaskan bahwa kekerasan bersenjata telah melampaui konflik dan berubah menjadi ancaman nyata bagi warga sipil serta distribusi kebutuhan dasar.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Serangan terhadap jalur logistik bukan hanya melukai warga, tetapi juga melumpuhkan distribusi sembako yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Ketakutan meluas di kalangan warga, aktivitas ekonomi terganggu, dan rasa aman semakin rapuh. Jalur vital yang seharusnya menjadi penghubung kehidupan kini berubah menjadi arena teror.
Pelanggaran HAM yang Tak Bisa Ditoleransi
Menjadikan warga sipil dan jalur logistik sebagai target adalah pelanggaran kemanusiaan yang serius. Tindakan ini melanggar prinsip hukum humaniter internasional yang melindungi warga sipil dan objek sipil dari serangan bersenjata. Kekerasan atas nama apa pun tidak bisa dibenarkan, apalagi ketika menyasar rakyat yang tidak terlibat dalam konflik.
Seruan Perlindungan Jalur Kemanusiaan
Tokoh masyarakat dan pemuka agama di Yahukimo mengecam keras tindakan tersebut. Mereka menyerukan agar aparat keamanan memperkuat perlindungan jalur logistik dan memastikan distribusi kebutuhan dasar tetap berjalan. “Menembaki truk sembako berarti menembaki kehidupan rakyat Papua. Kekerasan ini harus dihentikan demi masa depan kita bersama,” tegas seorang tokoh adat setempat.
Papua Butuh Damai, Bukan Teror
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Papua hanya bisa maju jika kekerasan dihentikan. Rakyat Papua berhak atas kehidupan yang aman, bermartabat, dan sejahtera.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena melindungi jalur logistik. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.
