LatestNews

Fakta Kontradiktif Terungkap, Mayoritas Masyarakat Adat Suku Awyu Dukung Pembukaan Lahan Sawit

BOVEN DIGOEL POJOKINDO.com – Setelah viral beberapa waktu lalu terkait aksi kampanye All Eyes On Papua yang dilakukan oleh sekelompok orang mengatasnamakan suku Awyu yang menolak adanya pembukaan lahan perkebunan sawit, terungkap fakta yang sangat kontradiktif. Mayoritas masyarakat adat suku Awyu dan para tuan tanah sangat mendukung program pemerintah terkait pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit di tanah adat mereka (9/6/2024).

Redaksi mengungkap fakta di lapangan bahwa semua tuan tanah tidak mempermasalahkan apabila lahannya dikontrak oleh PT. Indo Asiana untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit. Perkebunan kelapa sawit ini dianggap akan membawa dampak positif bagi masyarakat.

Salah satu ketua RT di Kampung Ampera, Eliyas Hamage menyampaikan bahwa masyarakat suku Awyu yang tinggal di Kampung Ampera sangat antusias dengan adanya rencana pembukaan Perkebunan Kelapa Sawit ini. Masyarakat berharap dengan adanya perkebunan kelapa sawit ini dapat mengurangi pengangguran dan kemiskinan masyarakat Awyu.

“sebenarnya warga masyarakat suku Awyu yang tinggal di Kp. Ampera sangat antusias menyambut dengan adanya perusahaan perkebunan kelapa sawit. Hal ini menunjukkan dampak positif yaitu sebagai mata pencaharian baru bagi masyarakat pribumi yang ada di kampung dan mengurangi pengangguran atau kemiskinan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat suku Awyu yang biasanya tinggal dipinggiran sungai Digoel”, ungkap Eliyas.

Diketahui bahwa PT. Indo Asiana Lestari merupakan sebuah perusahaan investor yang bergerak di bidang  pembangunan kawasan perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit. Renacananya PT. Indo Asiana Lestari ini akan mengontrak lahan hutan dari masyarakat suku Awyu yang tinggal di Kp. Ampera Distrik Mandobo dan Kp. Fofi Distrik Fofi Kabupaten Bovendigoel.

Eliyas juga menyampaikan bahwa adanya perusahaan kelapa sawit akan membuka peluang lapangan kerja yang luas dan memberi dampak pada kebutuhan konsumsi wilayah Papua tanpa perlu mengirim barang dari luar Papua.

“Pasti perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut membutuhkan pula dukungan masyarakat sekitarnya guna melakukan operasional perusahaan yang dilakukan oleh karyawan perusahaan sebab itulah untuk peluang lapangan kerja dapat terbuka luas bagi masyarakat, selain itu untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi untuk wilayah Papua sehingga tidak mendatangkan barang dari Jawa,” tambah eliyas.

Namun proyek ini harus mandek karena adanya aksi protes yang dilakukan kelompok masyarakat mengatasnamakan LSM. Mereka hanya oknum-oknum bayaran yang mengatasnamakan masyarakat suku Awyu yang tidak tinggal di kampung dan tidak mempunyai lahan sehingga tidak mendapat uang kompensasi dari PT. Indo Asiana Lestari. Maka dari itu mereka membuat aksi kampanye yang dapat menghambat rencana pembangunan perkebunan kelapa sawit.

Eliyas sangat berharap agar proyek perkebunan kelapa sawit ini segera berjalan karena masyarakat suku Awyu sangat berharap mendapat kehidupan yang layak dan menjadi masyarakat yang maju seperti di daerah lain. ” Nantinya kami masyarakat suku Awyu akan membuat pernyataan atau aksi kampanye damai bahwa semua masyarakatnya sangat senang apabila ada investor yang membangun perusahaan di daerahnya karena secara tidak langsung pembangunan di kampungnya akan maju seperti di Kp. Asiki Distrik Jair yang ada perusahaan kayu milik PT. Korindo,” tutup Eliyas.(ka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?