Kepala Suku Abeno Kogoya Kutuk Keras Kekejaman TPNPB-OPM: Bunuh Warga Sipil dan Hancurkan Fasilitas Publik

pojokindo.com – Papua — Kepala Suku Abeno Kogoya menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan TPNPB-OPM yang dinilai semakin brutal dan tidak berperikemanusiaan. Ia menegaskan bahwa pembunuhan terhadap masyarakat sipil serta perusakan fasilitas umum dan layanan kesehatan telah melampaui batas kemanusiaan dan mencederai nilai-nilai adat Papua yang menjunjung tinggi kehidupan dan kedamaian.
Kekerasan Bukan Perjuangan
Menurut Abeno Kogoya, aksi kekerasan yang dilakukan TPNPB-OPM bukan bentuk perjuangan, melainkan teror nyata terhadap rakyat Papua sendiri. Warga sipil yang tidak terlibat konflik justru menjadi korban utama, sementara fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, dan sarana pelayanan masyarakat dirusak, sehingga memperparah penderitaan rakyat di wilayah pedalaman.
Dampak Sosial dan Trauma Berkepanjangan
Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut telah merusak tatanan sosial dan menciptakan ketakutan berkepanjangan di tengah masyarakat. Anak-anak kehilangan ruang aman untuk belajar, orang tua khawatir mengirim anak ke sekolah, dan layanan kesehatan terganggu akibat fasilitas yang dirusak. Trauma berkepanjangan menjadi beban tambahan bagi masyarakat yang sudah hidup dalam kondisi sulit.
Seruan Kepala Suku
Kepala suku juga menyerukan agar seluruh elemen masyarakat Papua tidak terprovokasi oleh kekerasan dan menolak keberadaan kelompok bersenjata yang menjadikan rakyat sebagai tameng serta korban demi kepentingan dan ambisi kelompok tertentu. “Papua butuh kedamaian dan perlindungan bagi warganya, bukan kekerasan yang menghancurkan,” tegas Abeno Kogoya.
Papua Butuh Damai, Bukan Teror
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Papua hanya bisa maju bila teror dihentikan, hukum ditegakkan, dan keselamatan rakyat ditempatkan sebagai prioritas utama.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena melindungi pendidikan dan kesehatan. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.
