Keamanan

Presiden Jokowi Diminta Segera Bertindak Tangani Masalah Beasiswa Mahasiswa Papua

JAYAPURA, POJOKINDO.com – Forum komunikasi orang tua mahasiswa penerima beasiswa Otsus Papua, menuntup akses masuk Kantor Gubernur Papua di Jayapura, Rabu (10/1/2024), aksi ini sudah dilakukan sejak pukul 06.00 WIT di tiga gapura kantor gubernur.

Dipintu utama tertulis “yang terhormat Bapak presiden Jokowi anak-anak kami akan dideportase jika bapa tidak bertindak.”, sementara dipintu kedua tertulis, pendidikan orang asli Papua gagal, otsus Papua gagal.

Perwakilan orang tua mahasiswa, Frans Koromat mengatakan, pihaknya telah memasang baliho sejak pagi.

“Tepat jam 06.00 WIT, dalam baliho sudah tertulis itu ungkapan pernyataan sikap kami,” kata Frans Koromat di halaman Kantor Gubernur Papua.

Forum Komunikasi Orangtua Mahasiswa Penerima Beasiswa Otsus dalam dan luarnegeri Provinsi Papua terus bersuara mengenai nasib anak-anak mereka. Kali ini, FKOM - BOP menggelar demo damai di Kantor Gubernur Papua, Selasa (12/12/2023) pukul 10.00 WIT.
Forum Komunikasi Orangtua Mahasiswa Penerima Beasiswa Otsus dalam dan luarnegeri Provinsi Papua terus bersuara mengenai nasib anak-anak mereka. Kali ini, FKOM – BOP menggelar demo damai di Kantor Gubernur Papua, Selasa (12/12/2023) pukul 10.00 WIT. (Dok. Pojokindo.com/Khoirul Anam)

Menurutnya, anak-anak diluar negeri hari ini terancam deportase sehingga presiden mesti memperhatikan permasalahan ini.

Sekadar diketahui, sampai saat ini orang tua para mahasiswa masih berada di halaman kantor Gubernur Papua. Sebelumnya, aksi yang sama juga digelar orang tua mahasiswa penerima beasiswa di halaman Kantor Gubernur Papua di Kota Jayapura, pada Selasa (12/12/2023).

Ratusan orangtua mahasiswa itu tergabung dalam Forum Komunikasi Orangtua Mahasiswa Penerima Beasiswa Otsus Papua di dalam dan luar negeri atau FKOM-BOP.

Mereka membentang sejumlah spanduk berisi desakan agar pemerintah segera mencairkan dana beasiswa anak-anak mereka.

“Selamatkan pendidikan anak Papua, jangan rusak masa depan Papua,” begitu bunyi tulisan dalam spanduk tersebut.

Pada spanduk lainnya, tertulis pendidikan yang bermartabat adalah hak konstitisional warga negara dan merupakan hak asasi manusia (HAM). (ka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?