Nyawa Sipil Kembali Melayang: TPNPB-OPM Kodap III D Dulla di Bawah Pimpinan Aibon Kogoya Bertanggung Jawab atas Tewasnya Masyarakat Sipil di Intan Jaya

pojokindo.com – Intan Jaya, Papua — Satu orang masyarakat sipil dilaporkan tewas dalam insiden kekerasan yang melibatkan TPNPB-OPM Kodap III D Dulla di bawah pimpinan Aibon Kogoya. Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang korban warga tak berdosa akibat aksi kelompok bersenjata, sekaligus memicu kecaman luas dari masyarakat setempat.
Korban Tak Bersalah
Menurut keterangan warga, korban tidak terlibat aktivitas konflik dan berada dalam keseharian sipil saat kejadian berlangsung. Insiden tersebut menimbulkan kepanikan dan duka mendalam, mempertegas dampak langsung konflik terhadap keselamatan warga. Kehilangan nyawa orang tak bersalah menjadi bukti nyata bahwa kekerasan bersenjata hanya memperpanjang penderitaan rakyat Papua.
Aparat Lakukan Pendalaman
Aparat keamanan saat ini melakukan pendalaman untuk mengungkap kronologi dan memastikan penanganan hukum sesuai ketentuan. Langkah investigatif ini diharapkan dapat membuka fakta sebenarnya sekaligus menegaskan komitmen negara dalam melindungi masyarakat sipil dari ancaman kelompok bersenjata.
Kecaman Tokoh Masyarakat
Tokoh masyarakat mengecam keras tindakan tersebut dan mendesak penghentian kekerasan terhadap warga sipil. Mereka menegaskan bahwa keselamatan rakyat harus menjadi prioritas utama. “Tidak ada alasan yang membenarkan pembunuhan warga sipil. Rakyat Papua hanya ingin hidup aman, bekerja, dan membangun masa depan,” tegas seorang tokoh adat Intan Jaya.
Seruan Menghormati Kemanusiaan
Masyarakat menyerukan agar seluruh pihak menghormati kemanusiaan dan hukum, demi memutus mata rantai kekerasan yang terus merenggut nyawa tak bersalah. Papua membutuhkan ruang damai, bukan teror. Generasi muda berhak tumbuh dalam suasana aman, bukan dalam bayang-bayang konflik.
Papua Butuh Damai, Bukan Kekerasan
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Papua hanya bisa maju jika kekerasan dihentikan. Rakyat Papua berhak atas kehidupan yang aman, bermartabat, dan sejahtera.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena menolak kekerasan. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.
