KPU Papua Pegunungan Gelar Simulasi Pemungutan dan Perhitungan suara
WAMENA, POJOKINDO.com – Menjelang pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten /Kota KPU Provinsi Papua Pegunungan melakukan Simulasi Pemungutan dan Perhitungan suara guna memberikan edukasi kepada masyarakat di halaman Kantor LPP RRI Wamena, Kamis (8/2/2024).
Dalam Sosialisasi tersebut diikuti oleh masyarakat , Anggota PPD, PPS dan KPPS serta di pandu langsung oleh Komisioner KPU Papua Pegunungan, bersama Komisioner KPU Kabupaten Jayawijaya.
Dalam Simulasi tersebut awalnya masyarakat yang akan memilih mendaftar pada Petugas KPPS dengan menunjukkan surat dan KTP kepada petugas.
Setelah itu pemilih akan diberikan 5 kertas suara dengan warna yang berbeda, dimana warna Abu-abu untuk Pilpres, Merah untuk DPD RI, Kuning untuk DPR RI, Biru untuk DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten berwarna hijau. Usai mendapat surat suara bakal diarahkan ke tempat pencoblosan atau bilik suara, setelah mencoblos maka surat suara dimasukkan ke dalam kota suara berdasarkan warna yang tertera barulah menuju ke mencelup jari di tinta.
Komisioner KPU Papua Pegunungan Divisi Teknis Penyelenggara Melkianus Kambu, S.IP, MM menyatakan simulasi ini dilakukan berdasarkan undang -undang nomor 7 tahun Tahun 2017 tentang pemilu dan PKPU No 3 tentang tahapan dan jadwal , PKPU 25 tahun 2023 petunjuk teknis atau keputusan KPU nomor 66 tentang pemungutan, perhitungan dan rekapitulasi.
“Khusus untuk 38 Provinsi dan 5014 kabupaten harus melakukan simulasi pemungutan, perhitungan dan rekapitulasi. Khusus di Papua dan Papua Pegunungan melakukan simulasi 2 kali baik secara one Man One Vote, atau dan sistem noken,”ungkapnya saat ditemui di Wamena.
Untuk Simulasi Sistem noken sudah lebih dulu dilakukan KPU Provinsi Papua Pegunungan bersama KPU di 8 Kabupaten sedangkan untuk hari ini simulasi one Man One Vote tujuannya agar memberikan pemahaman kepada masyarakat di Papua Pegunungan khususnya di kabupaten Jayawijaya.
“Di Distrik Wamena ada 4 kelurahan, Lanny Jaya ada 50 TPS, Tolikara Distrik Karubaga, Yalimo dan Pegubin 100 persen menggunakan one man, one vote,”kata Kambu.
KPU Papua Pegunungan berharap pemahaman tentang pola one Man,one Vote bisa diketahui sehingga dalam pelaksanaan pemilu 14 Februari mendatang mereka sudah tahu mulai dari pendaftaran, pencoblosan sampai penghitungan suara nanti.
“Kita juga akan menjelaskan usai penghitungan nanti akan dimasukan kepada formulir C hasil kemudian difoto untuk dikirim melalui aplikasi sirekap bagi wilayah yang memiliki jaringan internet yang baik,”jelas Melkianus
Bagi wilayah yang tidak memiliki jaringan yang memadai maka tetap di upload pada aplikasi sirekap tapi akan masuk ke tempat penyimpanan yang offline, sampai nanti masuk ke wilayah yang memiliki jaringan internet barulah langsung dikirim.
“Kiriman C Hasil dari teman-teman KPPS lewat aplikasi sirekap ini nantinya akan masuk ke Sistem yang dimiliki KPU baik itu langsung ke pusat, Provinsi maupun Kabupaten,” tutup Melkianus Kambu.(ka)

