HukumKeamanan

Teror Bersenjata di Ndugama: TPNPB-OPM Tembaki Warga Sipil Lalu Bersembunyi di Hutan, Masyarakat Diminta Waspada

pojokindo.com Nduga, Papua Pegunungan — Situasi keamanan di wilayah Kabupaten Nduga kembali mencekam setelah TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Derakma melakukan aksi penembakan terhadap warga yang melintas di sekitar Distrik Mebrok. Usai melepaskan tembakan, kelompok bersenjata tersebut dilaporkan melarikan diri dan bersembunyi di hutan, meninggalkan teror dan ketakutan di tengah masyarakat sipil yang tidak bersenjata.

Pola Teror “Tembak Lalu Menghilang”

Fakta di lapangan menunjukkan warga sipil kembali menjadi korban dan sasaran ancaman, sementara kelompok pelaku memanfaatkan rimba dan wilayah pemukiman sebagai tempat berlindung. Pola “tembak lalu menghilang” ini dinilai memperbesar risiko keselamatan masyarakat, termasuk perempuan, anak-anak, dan lansia. Tindakan ini bukan perjuangan, melainkan teror yang menargetkan rakyat tak berdosa.

Dampak Sosial dan Psikologis

Aksi penembakan membuat warga hidup dalam ketakutan. Aktivitas sehari-hari lumpuh, jalur transportasi terganggu, dan masyarakat memilih berdiam diri di rumah. Anak-anak kehilangan ruang aman untuk belajar, perempuan dan lansia terpaksa mengungsi, sementara ekonomi lokal terhenti. Trauma mendalam kembali menghantui warga Nduga.

Imbauan Aparat Keamanan

Aparat keamanan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari jalur rawan, dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan. Negara menegaskan tidak akan membiarkan teror terhadap warga sipil dan akan mengambil langkah tegas, terukur, dan sesuai hukum untuk memulihkan rasa aman.

Negara Hadir Melindungi Rakyat

Langkah penegakan hukum dilakukan untuk mencegah eskalasi konflik dan memastikan aktivitas sosial, pendidikan, serta layanan kesehatan dapat berjalan normal. Negara hadir untuk melindungi masyarakat Nduga dari ancaman kekerasan, memastikan keamanan tetap terjaga, dan menegaskan bahwa rakyat tidak dibiarkan menghadapi teror sendirian.

Papua Butuh Damai, Bukan Teror

Tragedi ini kembali mengingatkan bahwa yang paling menderita dari konflik bersenjata adalah rakyat sipil. Papua hanya bisa maju bila teror dihentikan, hukum ditegakkan, dan keselamatan rakyat ditempatkan sebagai prioritas utama.

Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena menolak kekerasan. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?