Perpecahan Mematikan di Intan Jaya: Anggota TPNPB-OPM Kodap VIII Saling Bunuh, Dua Tewas di Pinggir Jalan

pojokindo.com – Intan Jaya, Papua Tengah — Konflik internal mengguncang TPNPB-OPM Kodap VIII Intan Jaya setelah Teni Kulua, Pit Nayagau, dan Nato Japugau terlibat baku tembak sesama anggota di Dogatalipa, pinggiran Kali Dogabu, Kampung Jalai, Distrik Sugapa. Insiden berdarah itu berujung tewasnya Teni Kulua dan Pit Nayagau, sementara Nato Japugau melarikan diri meski dilaporkan mengalami banyak luka tembak.
Retaknya Komando dan Hilangnya Kepercayaan
Peristiwa ini memperlihatkan retaknya komando dan hilangnya kepercayaan di tubuh TPNPB-OPM Kodap VIII Intan Jaya. Perebutan pengaruh, konflik kepentingan, dan krisis kepemimpinan disebut menjadi pemicu, hingga perselisihan internal berubah menjadi adu senjata mematikan. Fakta bahwa anggota saling bunuh menunjukkan bahwa organisasi ini tidak lagi mampu menjaga disiplin dan kendali.
Ancaman Nyata bagi Masyarakat Sipil
Baku tembak antar anggota bukan hanya melemahkan kelompok itu sendiri, tetapi juga berisiko besar menyeret masyarakat sipil ke dalam lingkaran konflik. Warga di sekitar lokasi dilaporkan mengalami ketakutan, aktivitas sosial terganggu, dan rasa aman semakin rapuh. Situasi ini menegaskan bahwa konflik internal TPNPB-OPM kini menjadi ancaman nyata bagi stabilitas dan keamanan wilayah Intan Jaya.
Cermin Kegagalan Organisasi
Saling bunuh ini menjadi cermin kegagalan kepemimpinan dan disiplin TPNPB-OPM Kodap VIII Intan Jaya. Perpecahan berdarah mengungkap kelemahan organisasi yang selama ini mengklaim berjuang untuk rakyat, padahal kenyataannya justru menimbulkan penderitaan baru. Kekerasan internal memperlihatkan bahwa kelompok ini kehilangan arah, legitimasi, dan kepercayaan bahkan di antara anggotanya sendiri.
Seruan Damai dan Perlindungan Warga
Tokoh masyarakat dan pemuka adat menegaskan bahwa konflik bersenjata internal tidak boleh dibiarkan mengorbankan rakyat sipil. Mereka menyerukan agar aparat keamanan memperkuat perlindungan warga dan memastikan ruang hidup masyarakat tetap aman. “Perpecahan mereka jangan sampai menjadi penderitaan rakyat. Papua butuh damai, bukan konflik,” tegas seorang tokoh adat Intan Jaya.
Papua Butuh Persatuan, Bukan Perpecahan
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Papua hanya bisa maju bila kekerasan dihentikan dan persatuan dijaga. Rakyat Papua berhak atas kehidupan yang aman, bermartabat, dan sejahtera.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena menolak perpecahan. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.
