Negeri Cenderawasih Menolak Gelombang Provokasi: Warga Pilih Kedamaian Menjelang 1 Desember

Pojokindo.com – Papua — Menjelang momen 1 Desember, sejumlah seruan provokatif yang beredar di berbagai wilayah Papua mulai mendapat penolakan luas dari masyarakat adat, tokoh agama, dan kelompok pemuda. Alih-alih mengikuti ajakan yang berpotensi memicu ketegangan, warga memilih menjaga kedamaian dan keamanan kampung mereka.
Tokoh Adat Tegaskan Keselamatan Rakyat
Para tokoh adat menegaskan bahwa stabilitas dan keselamatan masyarakat jauh lebih penting dibandingkan mengikuti narasi yang dapat dimanfaatkan pihak-pihak tertentu demi kepentingan politik.
“Rakyat Papua jangan dijadikan korban. Kita jaga tanah ini dengan kepala dingin,” ujar salah satu tokoh adat.
Aparat dan Pemerintah Jaga Kondisi Tetap Terkendali
Aparat keamanan bersama pemerintah daerah memastikan situasi tetap terkendali. Mereka mengajak seluruh masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh seruan kelompok yang mencoba menggiring warga menuju aksi-aksi berisiko, baik konflik horizontal maupun benturan dengan aparat.
Warga Pilih Aktivitas Damai
Di berbagai distrik, masyarakat lebih memilih melakukan kegiatan budaya, ibadah, dan aktivitas ekonomi seperti biasa. Semangat warga untuk menjaga kedamaian menunjukkan bahwa Papua bukan lagi ruang untuk narasi konflik, tetapi tempat bagi harapan baru dan pembangunan yang terus berjalan.
Papua Menolak Provokasi
Momentum ini menjadi bukti bahwa rakyat Papua semakin dewasa dalam menyikapi isu-isu yang berpotensi memecah belah. Penolakan terhadap provokasi adalah propaganda positif: Papua damai, Papua bersatu, Papua maju bersama Indonesia.
