Cegah Inflasi, Pemkab Jayawijaya Gelar Pasar Murah di Distrik Bolakme
WAMENA, POJOKINDO.com – Guna menekan Inflasi daerah sekaligus melakukan perputaran perekonomian di Distrik yang ada di luar Kota Wamena, Pemkab Jayawijaya melakukan pasar murah yang dilakukan di Distrik Bolakmer, hal ini dilakukan agar masyarakat disana bisa juga mendapatkan bahan makanan yang murah serta warga dari kota bisa memberli hasil kebun dari masyarakat.
PJ Bupati Jayawijaya Thony M Mayor, S.Pd, MM nmenyatakan pasar murah yang dilakukan ini didukung oleh Dinas Ketahanan Pangan, Disnakerindag (Pemkab Jayawijaya) dan perum Bulog Wamena ini pertamakalinya dilakukan di Distrik Bolakme, artinya pasar murah yang dilakukan pemerintah daerah di luar Kota Wamena.
“Pasar murah ini sesuai dengan aspirasi masyarakat , yang meminta agar pasar murah ini jangan hanya dilakukan di dalam Kota Wamena saja, namun juga harus dilakukan distrik lainnya, dari aspirasi itu sekarang kita lakukan seperti di Distrik Bolakme,” ungkapnya jumat (6/9) kemarin

PJ Bupati juga memastikan dalam pasar murah ini dapat disaksikan semua bahan pokok yang dibawa oleh panitia semua habis terbeli, dan dari situ dapat dilihat jika kmasyarakat sangat senang dan puas dengan apa yang dilakukan, sebaliknya panitia yang banyak dari ota ini bisa berbelanja membeli hasil kebun dari masyarakat di pasar bolakme
“Pasar murah yang dilakukan di Distrik Bolakme memiliki timbal balik yang baik untuk meningkatkan ekonomi masyarakat , dan juga ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk menekan angka inflasi di kabupaten Jayawijaya,” jelasnya
Kata Thony Mayor, bisa dilihat untuk komuditi pertanian cabe rawit di Kota Wamena, banyak yang mengatakan kalau stok kurang, beditu juga dengan bawang merah, namun kalau dilihat yang dijual masyarakat di pasar distrik bolakme ini masih tersedia, hanya saja mama-mama pedagang ini terkendala transportasi kadang menunggu kendaraan lama dan harga yang mahal sehingga hanya berjualan di pasar ini.
“Jadi di pusat Distrik bolakme ini kan semuanya jalan mulai dari Kegiatan pendidikan, kesehatan, pemerintahan, pasar juga berjalan seminggu 3 kali, oleh karena itu kegiatan pasar murah ini harus dilakukan di distrik agar aktifitas ekonomi itu semuanya bergerak,”katanya.
Di tempat yang sama Kepala Distrik Bolakme Jimmy Tabuni, menyatakan untuk pasar Bolakme ini masyarakat memang tiap hari ada yang menjual hasil kebunnya, namun kebanyak itu warga ramai melakukan perdagangan 3 kali dalam seminggu di hari Selasa, Kamis dan Sabtu, sementara untuk tingkat kemahalan bahan pokok di distrik ini 3 kalilipat.
“Contoh untuk gula pasir ada yang Rp 50 ribu per kg, oleh karena itu lewat pasar murah ini kami pemerintah distrik dan kampung merasa tertolong dengan program dari pemkab Jayawijaya sehingga kami sangat berterimakasih kepada Pj Bupati Jayawijaya,”bebernya
Ia juga mengaku jika harga bahan pokok di yang mahal di Distrik Bolakme ini, tidak sebanding dengan harga yang ada di Distrik Tagime, Tagineri dan Molagalome disana lebih mahal lagi contoh harga gula pasir 1 kg mencapai Rp 60.000 sampai dengan 65000.
“Pasar murah ini sangat membantu warga dari 12 Kampung yang ada di wilayah distrik bolakme, kami ingin program seperti ini terus berlanjut di Distrik-distrik, sebab dalam pasar murah ini bukan hanya warga bolakme yang beli, warga dari Distrik lain seperti Tagineri, Tagime, Molagalome, Yalengga Bpiri, dan koragi juga semua gabung beli disini,” tutup Jimmy. (ka)

