Keamanan

Nasib Pilot Susi Air di Tengah Ancaman Kudeta di Markas Besar OPM Papua Vitoria

JAYAPURA, POJOKINDO.com – Di tengah penyenderaan Pilot Susi Air, Kapten Philips Max Marten oleh Egianus Kagoya, rencana kudeta OPM diungkap Jeffrey Bomnak.

Egianus Kagoya yang merupakan komandan TPNPB OPM wilyah Nduga mengungkapkan bahwa pihaknya pelakukan penyenderaan Kapten Pilot Susi Air untuk ditukar dengan kemerdekaan Papua.

Akan tetapi, Jeffrey Bomanak yang merupakan pimpinan TPNPB OPM mengungkapkan bahwa organisasi yang dipimpinnya tersebut terancam di kudeta oleh organisasi lainnya.

Dalam sebuah video yang diposting di akun media sosialnya, Jeffrey meminta agar Benny Wenda, Sem Karoba dan Matias Wenda segera menarik pasukan TRWP, WPA dari wilayah MABES OPM TPNPB Victoria.

Hal membuat semakin tak jelasnya nasib Pilot Susi Air di tengah ancaman kudeta di markas besar OPM Papua victoria yang tengah berkecamuk.

Keberadaan dari Philips sendiri diketahui terakhir masih bersama Egianus, bahkan pimpinan OPM wilayah Ndunga ini mengatakan akan membawa Philips kemanapun dirinya pergi.

Menurut  Egianus hal tersebut dilakukannya mengingat kondisi yang saat ini tidak aman karena semakin intensifnya operasi yang dilakukan oleh pihak pasukan gabungan TNI Polri.

Selain itu Egianus juga menyampaikan bahwa jika dirinya tewas, maka akan membawa Philips ikut bersamanya.

Sedangkan Jeffrey mengatakan bahwa akan terjadi kembali kudeta seperti sebelumnya yang telah mengorbankan beberapa petinggi TPNPB OPM Victory beberapa tahun lalu.

“Rencana kudeta ini merupakan pertama kali sejak 2017-2024, sedangkan markas TPNPB Victoria merupakan pemberian dari dua suku yaitu Suku Manem dan Suku Menangki yang merupakan suku adat Manta di wilayah Kerong,” terangnya.

Jeffrey juga mengatakan bahwa banyaknya pihak-pihak yang mencoba untuk melakukan kudeta, sejauh ini telah terjadi sebanyak 3 kali.

“Pada 23 Juli yang disampaikan oleh Matias Wenda memerpertanyakan kenapa kelompok OPM yang melanggar aturan masuk ke wilayah TPNPB OPM Victoria,” jelas Jeffrey.

“Mereka masuk karena perintah Benny Wenda dan Sem Karoba, di mana perintah tersebut diakui oleh perwakilan delegasin yang hadir dalam rapat pada tanggal 23 Juli,” tambahnya.

Jeffrey menegaskan bahwa semua anggota Benny Wenda dan Sem Karoba tidak berhak masuk ke wilayah marker TPNPB OPM Victoria akibat telah melakukan kudeta yang gagal selama 3 kali sebelumnya.

Menurut Jeffrey kondisi markas TPNPB OPM saat ini tengah genting dan dapat terjadi kudeta kapan saja.

Berbagai pihak di wilayah Papua juga mengakui dirinya sebagai bagian dari TPNPM OPM yang juga tidak akur satu dengan lainnya.

Salah satunya adalah TPNPB TNPB TRWP yang mengaku dibawah komando West Papua Army.

Sayangnya Jeffrey sendiri tidak menyinggung kondisi dan keberadaan Kapten Philips serta Egianus yang menghilang sejak 11 Maret lalu setelah kembali mengeluarkan ancaman akan melakukan eksekusi.(ka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?