Tuntutan IPMNI Desak Pj Bupati Agar Selesaikan Konflik Horizontal di Kenyam
WAMENA, POJOKINDO.com – Ikatan Pelajar Dan Mahasiswa Nduga Se Indonesia (IPMNI) meminta kepada Pj Bupati Nduga untuk segera menyelesaikan konflik horizontal antarmasyarakat di Kenyam Kabupaten Nduga Provinsi Papua Pegunungan.
Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua DPC Kota Study Jayapura, Harnamin Gwijangge setelah mengadakan Rapat Online Via Zoom menyikapi perang horizontal, Rabu (27/03/2024).
Perang saudara sudah terjadi sejak paska pemilu 2024 di Kenyam Kabupaten Nduga pada (15/02/24) terus berlanjut sampai dengan hari ini.
Mahasiswa/i Nduga menilai bahwa tidak ada upaya-upaya pendekatan yang dilakukan oleh Pemeintah Daerah dalam hal PJ. Bupati Nduga dan Lembaga Legislatif, untuk penyelesaian perang Horizontal.
Pj Bupati Nduga, Edison Gwijangge sebagai orang nomor satu di pemerintahan kabupaten Nduga segera duduk negosiasi dengan pihak keluarga korban, agar para Tokoh Gereja dan Tokoh-Tokoh lain yang tergabung bisa melakukan upaya-upaya pendekatan di sana.
“Pihak keamanan Kapolres Nduga juga jangan membiarkan perang ini terus berlajut, tangkap dan proses hukum, kita ini negara hukum, aktor-aktor utama harus tangkap dan proses hukum,” ungkap salah satu narasumber Laoren Kerebea.
Kerebea juga meminta kepada Pj. Gubernur Papua Pegunungan dan Kapolda Papua, segera perintahkan PJ Bupati, DPRD dan Kapolres Nduga untuk tangani pertikaian yang menyebabkan salah satu mahasiswa study akhir meninggal dunia.
“Kami minta persoalan ini segera selesaikan, agar semua aktivitas pemerintah maupun swasta bisa berjalan baik di Nduga,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPC Kota Study Jayapura, Harnamin Gwijangger menambahkan, Ikatan Pelajar Dan Mahasiswa Nduga (IPMNI) yang berada di daerah Kenyam Ibu Kota Kabupaten Nduga agar tidak terlibat dalam pertikain perang kelurga (horizontal), tetapi tetap menahan diri dan melahirkan konsep-konsep yang baik agar perang ini segera berakhir.
“Sehingga kami mendesak kepada Pemerintah dan TNI/Polri yang ada disana, jangan biarkan perang keluarga pangkat anak dan om ini terus belanjut, jangan sampai ke pihak-pihak lain yang belum bergabung perang, jika ada distrik lain yang ikut dan korban maka agak kesulitan untuk mendamaikan nantinya,” ujarnya.
Adapun tuntutan dari mahasiswa sebagai berikut :
Pertama, menuntut kepada bapak PJ bupati Nduga dan bapak PJ Gubernur Provinsi Papua Pegunungan untuk dapat menyelesaikan konflik horizontal yang tak kunjung selesai sejak paska pemilu 2024 (14/02).
Kedua, menuntut kepada kedua bela pihak agar segera ditindak lanjutkan melalui proses jalur hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku di republik maupun hukum adat
Ketiga, memberitahukan kepada seluruh Ikatan Pelajar Dan Mahasiswa/I Nduga di seluruh kota study yang berda di daerah agar tidak terlibat dalam perang maupun praktik politik kotor lainnya.
Penanggung jawab seluruh ketua-ketua DPC-IPMNI se-Indonesia. (ka)

