BudayaSosial

Pemprov Papua: Orangtua Harus Paham Soal Mahasiswa Papua yang Dipulangkan

JAYAPURA, POJOKINDO.com – Pemerintah Provinsi Papua memberikan klarifikasi soal tujuh mahasiswa yang dipulangkan karena rumor pemerintah belum membayar tunggakan penginapan dan kampus di luar negeri.

Kepala Bappeda Provinsi Papua, Yohanes Walilo mengungkapkan, fakta bahwa 7 mahasiswa yang dipulangkan itu bukan menjadi tanggung jawab pemprov, tetapi ada kesalahan internal dari mahasiswa bersangkutan.

“Sementara untuk 7 orang yang dipulangkan ini,  saya jelaskan bahwa itu  2 orang merupakan tanggung jawab Pemprov Papua Selatan,” jelasnya, dan juga ada tangungjawab Pemkab Jayapura di masa bupati sebelumnya.

“Dua orang lagi adalah mahasiswa yang dikirim langsung oleh Pemkab Jayapura,” ungkap Walilo. 

Walilo menegaskan, anak-anak yang disebutkannya itu tidak masuk dalam tanggung jawab Pemprov Papua, karena bukan bagian dari formasi mahasiswa unggulan Papua dalam program beasiswa luar negeri.

“Bukan masuk di mahasiswa mahasiswa unggul Papua. Mahasiswa di luar dari beasiswa dan dikirim langsung oleh Pemkab Jayapura di masa pemerintahan Matius Awoitauw,” bebernya.

Meski demikian, ada beberapa mahasiswa juga menjadi tanggung jawab Pemprov Papua, namun akibat dari kesalahan oknum  mahasiswa tersebut, maka harus dideportasi sebagaimana  laporan yang diterima.

“Dan untuk dua orang lagi memang masuk di beasiswa unggul Papua tapi satu DO  (drup out) dan yang satunya mengundurkan diri atau resign,” terang Walilo.

Lebih jelas kata Walilo, dideportasinya 7 mahasiswa tersebut tidak ada korelasinya dengan 16 mahasiswa yang tadinya akan dipulangkan, namun sudah di tangani Pemprov Papua. 

“Jadi mereka ini di luar dari 16 mahasiswa yang akan dipulangkan,”papar dia. Walilo meminta masyarakat memahami persoalan ini secara baik, dan para orangtua juga harus bijak dalam menyampaikan informasi ke media massa.

“Kita tahu dulu data baru kita bicara, sehingga kita membangun opini publik seakan-akan Pemprov Papua itu membiarkan dipulangkan dan dideportasi sebenarnya tidak seperti itu,” ucap dia.

Ditambahkan Walilo, dari informasi terbaru juga ada dua mahasiswa studi di Singapura terpaksa harus dipulangkan.

“Mahasiswa dari Singapura yang dipulangkan sekarang ada di Batam, saya baru di telepon dari Kementerian Luar Negeri dalam hal ini konsular. Ini karena kesalahan dari mahasiswa tersebut,” katanya.

Menurutnya, Pemprov Papua telah menyediakan tempat penginapan, tetapi mahasiswa malah mencari tempat lain.

“Mereka tinggal di luar kontrakan yang disiapkan, sehingga saat bermasalah karena mereka membayar salah orang maka mereka dianggap mahasiswa ilegal, dan dikeluarkan dari Singapura. Dan mereka ini tidak masuk dalam kuota mahasiswa yang rencana mau dipulangkan,” kata Walilo.

Walilo berharap apa yang disampaikannya ini dapat menjadi perhatian bagi para orangtua  untuk tidak menyebarkan informasi tanpa mengetahui kebenaran data yang sesungguhnya. (ka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?