Oknum TNI Pembunuh Daud Bano di Besum Jayapura Akan Diproses Secara Transparan
SENTANI, POJOKINDO.com – Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 1701/01 Jayapura Kolonel Infantri Hendrik mengatakan proses hukum pelaku pembacokan Daud Bano akan dilakukan secara transparan.
Hendrik menjelaskan pada Selasa (2/1/2023), pihaknya sudah mengantar pelaku Sertu Asdar yang merupakan Babinsa Anggota TNI Angkatan Darat yang bertugas di Koramil Nimboran ke Polisi Militer Kodam XVII/Cenderawasih untuk pemeriksaaan.
“Kita sudah antar ke Pomdam. Masyarakat dan teman-teman media bisa mengikuti secara transparan. Namun harus bersabar karena ada proses yang harus diikuti,” ujarnya di Balai Adat Kwansu, Distrik Kemtuk, Jumat (5/1/2024).
Hendrik secara pribadi maupun kedinasan mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, atas peristiwa yang telah terjadi.
“Kita diperhadapkan dengan situasi seperti ini di tahun baru, saya dan instansi sampaikan permohonan maaf kepada keluarga almarhum,” ujarnya.
Hendrik menjelaskan tindakan yang dilakukan oleh bawahannya merupakan spontanitas hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.
“Kami sampaikan saat ini yang bersangkutan sedang di proses di Pomdam. Kita semuanya transparan,” ujarnya lagi.
Sementara itu, Ketua Dewan Adat Grime Nawa, Sadrak Wamebu dalam pernyataannya mengatakan terhadap pelaku sebagai anggota TNI Angkatan Darat yang bertugas di Koramil Nimboran dan berdomsili di Kampung Karya Bumi.
Sertu Azdar sebagai pelaku penghilangan nyawa almarhum Dewan Adat Grime Nawa yang mewakili keluarga korban dan masyarakat adat Grime Nawa meminta agar pelaku di proses hukum seberat-beratnya dan dibebaskan dari tugasnya sebagai anggota TNI angkatan darat.
“Pelaku telah menciderai nama baik TNI sebagai pelindung rakyat di dalam negara ini,” ujarnya.
Ratusan warga Kampung Besum, Distrik Namblong, Kabupaten Jayapura terpaksa mengungsi setelah konflik pecah di wilayah tersebut. Sebanyak 928 warga transmigran yang mengungsi ke sejumlah titik.

Adapun konflik bermula saat sekelompok orang diduga mabuk mengeroyok seorang anggota Babinsa.
Perlawanan yang diberikan Sertu AD menyebabkan DB, salah satu pelaku pengeroyokan tewas akibat luka senjata tajam. Babinsa tersebut mempertahankan diri dengan senjata tajam.
Tak terima dengan kematian satu warga itu, sekelompok orang mengamuk dan membakar delapan bangunan di Distrik Namblong, Senin (1/1/2024).
“Akibat dari kasus yang membuat korban meninggal dunia, berujung pada pembakaran dan perusakan terhadap puluhan rumah dan kendaraan, maka ada sekitar 928 warga yang mengungsi,” jelas Kapolsek Nimbokrang Ipda Thomas M. (ka)

