BREAKING NEWS: Kantor BKPSDM Dibakar Massa, Ini Penyebabnya
MANSEL, POJOKINDO.com – Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Mokwari Selatan (Mansel) Papua Barat, di Distrik Ransiki, dibakar warga, Senin (12/8/2024) sekira pukul 5:20 WIT.
Ratusan warga yang kecewa dengan hasil pengumunan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tersebut berjalan dari arah Kampung Kemiri menuju Kantor BKPSDM di Kampung Abreso.
Hasilnya, sejumlah kaca pecah, hingga sejumlah fasilitas di Kantor BKPSDM Mansel rusak.
Merasa tak puas, sejumlah warga kemudian membakar kantor BKPSDM, hingga asap hitam tampak terlihat di area yang cukup dekat dengan kediaman Bupati Mansel Markus Waran tersebut.
Sebelumnya, Aktifitas di Distrik Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) Papua Barat lumpuh, Senin (12/8/2024). Sejumlah ruas jalan dipalang warga, mulai dari Kemiri hingga ke Ransiki Pantai.
Kepada awak media, masyarakat mengeluhkan tidak adanya perhatian dari Pemkab Mansel terkait nama-nama PPPK yang diumumkan.
“Kebanyakan dari luar terus baru jadi honorer beberapa bulan. Baru kami yang sudah lahir besar di Mansel ini tidak dilihat,” tutur salah satu warga.
Sejumlah warga juga terdengar berteriak tidak akan membuka palang apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Pemkab Manokwari Selatan (Mansel) Papua Barat resmi mengumumkan daftar nama 350 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi 2021, Senin (12/8/2024).
Selebaran pengumuman tersebut tampak ditempelkan di pintu Kantor Distrik Ransiki.
Bupati Mansel Markus Waran mengatakan, 350 nama tersebut merupakan daftar PPPK yang merupakan usulan langsung dari kampung.
“Itu sudah sesuai Juknis dan Juknas yang direkrut dari setiap kampung,” tuturnya.
Sementara untuk kuota 116 CPNS Formasi 2018, Markus Waran menerangkan, tinggal mengusulkan NIP.
“Itu sudah ada pertemuan sebelumnya dengan para pencaker, yang mengatakan kalau tidak diumumkan akan menjadi masalah bagi Pemda,” ujarnya.
“Kita ikuti kemauan mereka (Pencaker) sehingga kita umumkan. Jadi kalau mau tanya 116 jangan pertanyakan, itu kita umumkan karena desakan dari pada pencaker dan kordinator pencaker itu sendiri,” tegasnya.(ka)

