Keamanan

Ketua Flobamora Mimika di Papua Kecam Aksi Persekusi Aliansi Mahasiswa Papua di Kupang

TIMIKA, POJOKINDO.com – Menyikapi aksi persekusi dilakukan oleh sekelompok organisasi masyarakat (Ormas) Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) viral di media sosial, 1 Desember 2023 lalu. Warga Papua asal Nusa Tenggara di Kabupaten Mimika, Provisi Papua Tengah mengecam keras aksi persekusi terhadap Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Kupang.

Pernyataan sikap ini disampaikan oleh Ketua Ikatan Kerukunan Flobamora (IKF) Kabupaten Mimika, Marthen LL Moru.

Pernyataan sikap Ketua IKF Mimika didampingi Paulus Weti, Ketua Harian IKF, Gabriel Zezo, Wakil Ketua 3,  Antonius Lado, Penasehat IKF, Fansiskus Watu, tokoh masyarakat IKF, Ferus Rago, Ketua Sub Sektor Lise Wuamesu Ende Lio.

Turut hadir, Petrus Peso, Ketua Subsektor Ende Sare Wuamesu Ende Lio,  Charles Sareng, Sekretaris 3 IKF, Ardianus Adenong, perwakilan subsektor IK3F SP1 dan SP4 dan Yohanes Lokon.

Wakil Ketua 2 Sektor Lamaholot, Arsianus Seke, perwakilan Sektor Nagekeo, Iwan Wangge, Wakil Ketua II Sektor Wuamesu Ende Lio. Marthen mewakili masyarakat Papua asal Provinsi NTT menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Papua umumnya.

Permohonan maaf juga disampaikan kepada mahasiswa Papua yang menempuh studi di Kupang atas peristiwa dilakukan oknum Ormas pada penyampaian pendapat di muka umum.

“Kami masyarakat Papua asal NTT sangat menyesal dengan peristiwa persekusi dilakukan oknum Ormas kepada adik-adik kami AMP di Kupang,” tegas, Minggu (3/12/2023).

Marthen berharap kejadian dilakukan sekelompok Ormas ini mencederai hati masyarakat Papua asal NTT dan masyarakat Papua pada umumnya. 

“Kami mengutuk keras aksi ini. Kami masyarakat Papua asal NTT berharap ini menjadi peristiwa terakhir dan tidak boleh diulangi lagi. Kami masyarakat NTT di Papua cinta damai,” ujarnya.

Berikut 4 pernyataan sikap masyarakat Papua asal NTT di Kabupaten Mimika:  

1. Masyarakat Papua asal NTT mengecam keras tindakan persekusi dilakukan oknum anggota salah satu Ormas terhadap saudara kita mahasiswa asal Papua yang lagi menempuh pendidikan di Kupang

2. Masyarakat Papua asal NTT meminta kepada Kapolda NTT dan Pemerintah Provinsi NTT untuk memberikan pernyataan mengapa membiarkan Ormas tersebut menghadang aksi demo damai AMP.

3. Masyarakat Papua asal NTT meminta Pemerintah Provinsi NTT melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik mencabut izin Ormas tersebut karena aksinya telah mengganggu kamtibmas.

4. Masyarakat Papua asal NTT meminta Polda NTT memproses hukum oknum anggota Ormas yang melakukan aksi persekusi terhadap adik-adik AMP dalam penyampaian pendapat di muka umum pada 1 Desember 2023. (ka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?