Politik

Marinus Yaung: Majelis Rakyat Papua Lebih Baik Dibubarkan

JAYAPURA, POJOKINDO.com – Dosen Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih (Uncen), Marinus Yaung, memandang Majelis Rakyat Papua (MRP) perlu dibubarkan.

Pasalnya, kondisi internal MRP saat ini semakin tidak sehat.

Hal ini Marinus sampaikan merespon rencana pelantikan anggota MRP periode 2023-2028 yang dijadwalkan digelar besok, Selasa (7/11/2023) di Jayapura, Papua.

Selain itu, Marinus menilai kekuasaan MRP kini direbut dengan cara Papua menipu Papua.

Bahkan kata dia, anggota MRP yang akan dilantik Pemerintah Pusat besok merupakan hasil praktik politik devide et impera oleh akarta terhadap Papua.

“Papua fitnah Papua, dengan strategi kami merah putih, mereka bintang Kejora, maka lebih baik kaka Jenderal Tito Karnavian jangan lantik anggota MRP,” kata Marinus, Senin (6/11/2023).

Wamendagri Jhon Wempi Wetipo dijadwalkan bakal melantik anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) periode 2023-2028 pada Selasa (7/11/2023). (Pojokindo.com/Khoirul Anam))

“Kursi kekuasaan MRP yang direbut orang Papua lain dengan cara-cara penghianatan sesama orang asli Papua bakal membuat MRP ke depan menjadi lembaga pelengkap penderitaan orang Papua,” sambungnya.

Menurutnya, ada praktik eliminasi oleh elit di tubuh MRP.

Marinus bilang, tiga nama Orpa Nari, Robert Wanggai, dan Benny Sweny terancam dikeluarkan dari calon anggota MRP yang akan dilantik.

Padahal menurut Marinus, tiga orang asli Papua tersebut merepresentasikan pokja adat dan agama.

Atas semua intrik yang sudah terjadi, lanjut dia, lebih baik Mendagri Tito Karnavian membatalkan pelantikan anggota MRP terpilih.

“Kalau pertimbangan Kemendagri bahwa mereka bertiga tidak lolos proses bersih diri atau clearing house tim seleksi BIN, Kemenkopolhukam, Kejaksaaan Agung, dan Kemendagri maka kasus kejahatan politik ini akan menjadi bom waktu yang membahayakan hubungan Jakarta-Papua pasca-Jokowi,” jelasnya.

Marinus menambahkan, tiga orang itu tidak dilantik karena tim clearing house dapat laporan dari orang-orang Papua merah putih.

“Mereka bertiga kader Lukas Enembe dan terlibat dalam aksi MRP pimpinan Timotius Murib yang mendukung referendum politik Papua di periode kepemimpinannya,” tukasnya. (Khoirul Anam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?