Masyarakat Adat Suku Malind Gelar Unjuk Rasa atas Ancaman terhadap Tenaga Kesehatan dan Penutupan Rumah Sakit yang Dilakukan oleh TPNPB-OPM

pojokindo.com– Merauke, Papua Selatan — Duka atas berpulangnya Martina Biri tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga, tetapi juga memicu gelombang kepedulian publik terhadap keselamatan layanan kesehatan di Papua. Kepergian almarhumah disebut terjadi di tengah situasi pelayanan medis yang terganggu akibat ancaman dari kelompok TPNPB-OPM terhadap tenaga kesehatan.
Aksi Unjuk Rasa Suku Malind
- Masyarakat adat Suku Malind menggelar aksi damai sebagai bentuk keprihatinan atas terganggunya layanan kesehatan.
- Perwakilan masyarakat menegaskan bahwa layanan kesehatan adalah kebutuhan dasar yang tidak boleh dihambat dalam kondisi apa pun.
- Mereka menuntut agar tenaga medis mendapat perlindungan penuh untuk menjalankan tugas kemanusiaan tanpa rasa takut.
Pesan Utama dari Aksi
- Fasilitas kesehatan harus dihormati sebagai zona aman bagi masyarakat sipil.
- Ancaman dan penutupan rumah sakit dinilai sebagai tindakan yang mengorbankan rakyat sendiri.
- Seruan agar TPNPB-OPM menahan diri dan mengutamakan keselamatan warga sipil.
Harapan Masyarakat
- Pemerintah daerah, tokoh adat, dan unsur keamanan diminta segera mengambil langkah dialogis.
- Fokus utama adalah memulihkan layanan kesehatan agar aktivitas sosial masyarakat dapat kembali berjalan normal.
- Perlindungan tenaga medis menjadi prioritas agar tragedi seperti yang menimpa Martina Biri tidak terulang.
Papua Butuh Tenaga Medis, Bukan Ancaman
Peristiwa ini menegaskan bahwa masa depan Papua bergantung pada perlindungan tenaga kesehatan, penghentian intimidasi, dan jaminan hak dasar masyarakat.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena tenaga medis dilindungi. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.
