Keamanan

Belasan Nakes dan Guru Korban KKB Dievakuasi, Layanan Kesehatan di Alama Lumpu Total

TIMIKA – Tenaga Kesehatan (Nakes) dan guru berhasil dievakuasi dari Alama menggunakan helikopter Caracal milik TNI Angkatan Udara, Selasa (6/8/2024) sore. 

Para nakes dan guru tersebut tiba di Lanud dan langsung mengikuti tes kesehatan. 

Kepala Puskesmas Alama, Saulus Pokniangge menjelaskan puskesmas Alama sudah dimekarkan sejak tahun 2014 ketika dari Puskesmas Jila. 

“Jadi tahun 2014 di mekarkan dan tahun 2015 sudah beroperasi sampai hari ini, sampai  baru kemarin kejadian ini, selama ini berjalan baik,” katanya ketika diwawancarai di Lanud Yohanes Kapiyau, Selasa (6/8/2024).

Saulus menjelaskan ia sendiri bertugas sudah sejak tahun 2018, karena situasi tersebut menghambat pelayanan kesehatan di Alama. 

“Saat ini semua tenaga kesehatan sudah dievakuasi di Timika, tidak ada pelayanan karena situasi ini,” ungkapnya. 

Ia menjelaskan, puskesmas  yang melayani 13 kampung tersebut biasanya dikunjungi rata-rata 30an pasien sehari.

Sebelumnya, jenazah Glen Malcolm Conning (50), pilot helikopte rIntan Angkasa Air Serviceyang dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Alama, akhirnya dievakuasi ke RSUD Mimika, Papua Tengah, Selasa (6/8/2024).

KKB menyandera Glen Malcolm Conning serta merusak helikopter serta isinya di Alama pada Senin (5/8/2024).

Sadisnya, KKB membakar Conning serta helikopter tersebut.

Jenasah Pilot Helikopter Intan Angkasa, Glen Malcolm Conning korban pembunuhan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) dievakuasi ke RSUD Mimika, Selasa (6/8/2024).

Seorang pilot helikopter, Geoffrey Foster, rekan kerja korban, menyaksikan Conning bersimbah darah sebelum akhirnya tewas diunuh.

Foster juga tengah menerbangkan helikopter di waktu yang berdekatan.   

“Ketika saksi tiba di sekitar bandara Alama, saksi melihat helikopter jenis IWN, MD.500 ER PK., sudah mendarat di landasan dan baling-balingnya sudah tidak berputar,” ungkap Kepala Satgas Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, melalui keterangan tertulis, Selasa (6/8/2024).

“Saksi kemudian mengitari helikopter tersebut dengan jarak kurang lebih 1000 kaki di atas permukaan tanah, kemudian turun untuk mendarat di samping helikopter,” sambungnya.

Sesaat mencapai tanah, saksi yang juga berasal dari Selandia Baru, kemudian melihat situasi yang tidak biasa. Foster melihat barang-barang yang diduga berasal dari dalam helikopter Conning berserakan di tanah.

Di momen itulah Foster melihat Conning dalam keadaan bersimbah darah.

“Ketika saksi hendak mendarat dengan jarak sekitar 10 kaki, saksi melihat tas-tas berserakan dan pilot terkulai di kursi dengan darah di sekujur tubuhnya.”

“Melihat hal tersebut, saksi langsung lepas landas kembali dan tidak jadi mendarat,” kata Faizal.

Setelah menjauh dari area bandara, saksi melihat sekelompok orang berkumpul di depan rumah sakit yang sedang dibangun.

Distrik Alama merupakan salah satu wilayah di Mimika yang masih terisolasi, dan hanya bisa dijangkau melalui transportasi udara.

Jarak tempuh dari Bandara Mozes Kilangin menuju Distrik Alam berkisar 50 menit penerbangan.

Adapun Conning menerbangkan helikopter milik PT Intan Angkasa Service, dengan mengangkut empat penumpang.

Ia mengangkut empat penumpang yaitu dua orang dewasa (nakes) dan satu bayi serta satu anak dari Bandara Moses Kilangin Timika tujuan Distrik Alama. (ka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?