Perkirakan Cuaca Ekstrim Masih Berpotensi Terjadi, BMKG: Daerah Rawan Harus Waspada
JAYAPURA, POJOKINDO.com – Setelah cukup lama tidak terjadi hujan deras dan banjir, masyarakat di beberapa wilayah di Kota Jayapura kembali harus hujan deras yang berujung pada banjir. Hal ini bukan hal yang baru di Kota Jayapura ini, tetapi antisipasi dan info cuaca perlu terus di up date untuk meminimalisir dampak bencana banjir.
Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah V, Ezri Ronsumbre menjelaskan terkait hujan dengan intensitas lebat yang terjadi Selasa (19/3) malam.
Hujan lebat ini tidak hanya di Kota Jayapura saja, tapi juga Kabupaten Jayapura, dan sekitarnya yang menyebabkan dampak banjir, longsor dan pohon tumbang pada beberapa titik di Kota dan Kabupaten Jayapura.
Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer menunjukkan terdapat beberapa gangguan pola cuaca di atmosfer secara bersamaan, diantaranya daerah belokan angin, suhu muka laut yang hangat, aktifnya gelombang atmosfer Rossby equator, kelembaban relatif lapisan 925 mb hingga 500 mb dan dukungan karakteristik lokal yakni interaksi kawasan cycloop yang menyebabkan pertumbuhan awan hujan konvektif.
“Citra satelit cuaca menunjukkan adanya awan-awan hujan mulai pukul 17.00 WIT di atas kawasan pegunungan Cycloop dan selanjutnya meluas ke seluruh wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura,” jelasnya.
Ia mengatakan Hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem terjadi selama kurang lebih 6 jam dengan konsentrasi hujan lebat terjadi di Kota Jayapura meliputi Jayapura Utara, Jayapura Selatan dan kabupaten Jayapura meliputi distrik Sentani Kota, Sentani Timur dan Distrik Waibu.
Ia mengaku, BMKG Wilayah V Jayapura telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem pada pukul 18.15 WIT dan diperbaharui pada pukul 21.00 WIT.Diketahui Informasi peringatan ini ia disebarluaskan melalui media sosial (Whatsapp, Twitter, Facebook, Instagram InfoBMKGPapua serta Aplikasi InfoBMKG dan website BMKG).
“Ptensi hujan ini masih bisa terjadi tiga ke depan terhitung, Rabu (20/3) hingga, Jumat (22/3) untuk wilayah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan sekitarnya, diperkirakan masih terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.”ungkapnya.
“Kami menghimbau masyarakat dan stakeholder untuk meningkatkan kewaspadaan dan lebih peduli memperhatikan kondisi lingkungan tempat tinggal, membersihkan saluran air/drainase, sungai yang telah mengalami pendangkalan, dan menebang dahan ataupun ranting pohon -pohon tinggi,”himbauannya.
Di samping itu, Ia juga menyampaikan untuk tetap memperhatikan lingkungan sekitar mengingat kondisi topografi wilayah Papua yang memiliki banyak lereng dengan kemiringan cukup terjal dapat menjadi wilayah yang rawan longsor apabila terjadi hujan dengan durasi yang lama.
“Masyarakat yang bermukim di Kawasan kaki gunung ataupun perbukitan juga perlu meningkatkan kewaspadaannya, segera menjauhi daerah perbukitan ketika terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dengan durasi yang lama,” lanjutnya.
Ia juga mengajak Masyarakat dan stakeholder untuk selalu memperbaharui informasi cuaca mengingat kondisi cuaca yang sangat cepat berubah.
Sementara itu, pasca hujan deras dan banjir ini, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura, Robby K Awi turun langsung mendampingi para petugas untuk membersihkan ranting Pohon yang tumbang didepan terminal lama Entrop.
Sekda Robby menyampaikan dalam waktu dekat pemerintah akan mendata terlebih dahulu terkait pohon-pohon yang tumbang di wilayah Kota Jayapura. “Untuk pohon yang rawan tumbang di jalan, dalam jangka pendek kami akan melakukan penebangan, namun setelah kami melakukan pembersihan kami akan melakukan pendataan ulang pohon-pohon yang berdampak,” kata Robby, Rabu (20/3) pagi.
Agar kejadian ini tidak terulang kembali, Robby menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan baru di sembarangan tempat. “Kami juga mengimbau kepada masyarakat yang membuka lahan kami berharap bisa menjaga juga,” imbaunya.(ka)

