Keamanan

Setahun Lebih Disandera, Pernyataan Pilot Susi Air di Tengah Pasukan Egianus Kogoya: Kalau 2 Bulan Tidak Bicara Mereka Akan Tembak Saya

JAYAPURA, POJOKINDO.com – Setelah lebih setahun disandera, sebuah video pernyataan Pilot Susi Air di tengah pasukan Egianus Kogoya disebar di media sosial.

Dalam video yang dilansir 13 Maret dan direkam pada 11 Maret tersebut terlihat Philips Max Marten yang berada di tengah-tengah pasukan TPNPB OPM wilayah Ndugama dan juga didampingi oleh Egianus Kogoya.

Terlihat perawakan dari Philips yang badannya lebih kurus dan menggunakan sebuah topi sambil memegang bendera Bintang Kejora.

Philips mengatakan bahwa mereka kasih dua bulan lagi pada pemerintah untuk bicara pada pihak Papua Merdeka.

“Kalau dua bulan pemerintah tidak bicara dengan Papua, mereka akan tembak saya,” ucap Philips.

Kemudian Egianus yang berada di samping Philips juga ikut bicara mengeaskan ancamannya.

“Itu Pilot sudah bicara dan negara luar serta negara Indonesia mengakui saja karena kami sudah kasih waktu dua bulan untuk Pak Pilot kasih hidup,” tegas Egianus.

“Kalau Indonesia tiak mengakui Papua, maka dalam jika lebih waktu dua bulan itu, kami akan tembak Pilot,” tambah Egianus di akun facebook @Eka.

Sedangkan Jeffery Bomanak yang mengaku Pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB OPM di akun facebooknya juga menyampaikan terkait dengan pembebasan Philips.

Jeffery menjelaskan  bahwa pihaknya tetap memegang tujuan utama penyenderaan Philips Max Marten yang merupakan Philips Max Marten.

Jeffrey menjelaskan bahwa saat ini Pilot Susi Air masih berada ditangan Egianus Kogoya selaku pimpinan pasukan dari Tentara Pembebesan Nasional Papua Merdeka atau TPNPB wilayah Ndugama.

Egianus juga merupakan pihak yang bertanggung jawab dalam melakukan penyerangan serta pembakaran pesawat Susi Air di bandara Ndugama tahun lalu dan menculik Philips.

Pernyataan dari Jeffrey tersebut dirilis pada 12 Maret 2024 yang mengaku sebagai sebagai penanggung jawab politik TPNPB OPM Papua Barat.

“Kami menyampaikan semua pihak-pihak yang meyebarakan isu tentang pembebasan Philips bahwa proses negosiasi akan dipertanggungjawabkan secara politik olah TPNPB,” terangnya.

Pernyataan dari Egianus sudah ditegaskan bahwa penyanderaan Pilot Susi Air untuk pembebasan Tanah Papua.Semua pihak atau apapun itu tidak punyak hak untuk melakukan negosiasi pembebasan Philips karena hanya satu hal yaitu kemerdekaan Papua,adapun pihak yang bisa melakukab negosiasi hanyalah TPNPB OPM Papua serta pemerintah Indonesia.

“Semua pihak selain itu tidak dibenarkan, baik jurnalis internasianal, Benny Wenda, Dewan Gereja, Lenis Kagoya serta PJ Bupati tidak dapat melakukan negosiasi pembebasan Philips,” tambahnya.

“Jika mencoba untuk masuk ke Ndugama jawabannya Anda akan kena peluru,” tegasnya.

Tidak ada jalur lain dan diharapkan pernyataan ini dapat memberikan peringatan pada pihak lain yang mencoba untuk melakukan pembebasan Pilot Susi Air.(ka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?