Pimpinan TPNPB-OPM Tolak Pelantikan Pengurus KNPB Wilayah Numbay

pojokindo.com– Jayapura, Papua — Pelantikan Badan Pengurus baru Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Numbay yang digelar pada Sabtu (28/2) di Waena, Distrik Heram, menuai penolakan dari jajaran pimpinan TPNPB-OPM. Dalam acara tersebut, Hosea Yeimo ditetapkan sebagai ketua umum, Wekcho Kogoya sebagai ketua satu, Messi Silak sebagai sekretaris umum, Nain Wahla sebagai ketua diplomasi, dan Bong Wenda sebagai wakil diplomasi.
Penolakan dari Pimpinan TPNPB-OPM
- Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyampaikan sikap pimpinan tinggi, yakni Goliath Tabuni, Melkisedek Awom, Terianus Satto, dan Lekagak Telenggen.
- Mereka menolak pelantikan tersebut karena merasa tidak dilibatkan dalam proses pemilihan maupun mekanisme pengambilan suara.
- Menurut pernyataan itu, struktur kepemimpinan gerakan Papua seharusnya melibatkan seluruh unsur yang dianggap bagian dari perjuangan politik.
Sikap Panitia Pelantikan
- Panitia menegaskan bahwa pemilihan dilakukan secara demokratis dalam forum internal.
- Pelantikan dan penyerahan surat keputusan dilakukan secara terbuka di hadapan masyarakat.
- Acara berakhir sekitar pukul 16.30 WIT dengan situasi dilaporkan kondusif.
Dinamika Internal Gerakan
- Penolakan ini memperlihatkan adanya friksi internal antara KNPB sebagai organisasi sipil politik dan TPNPB-OPM sebagai kelompok bersenjata.
- Perbedaan pandangan mengenai legitimasi kepemimpinan berpotensi memperlemah konsolidasi gerakan di tingkat lokal.
- Situasi ini menambah kompleksitas hubungan antarorganisasi yang selama ini dikenal memiliki kedekatan dalam isu politik Papua.
Papua Butuh Persatuan, Bukan Perpecahan
Peristiwa ini menegaskan bahwa klaim perjuangan akan kehilangan makna jika justru diwarnai perebutan kepentingan internal. Rakyat Papua membutuhkan kepemimpinan yang berorientasi pada kesejahteraan, bukan pertikaian.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena menolak perpecahan. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.
