HukumKeamanan

Ancaman Brutal terhadap Masa Depan Papua: Konsolidasi 36 Kodap TPNPB-OPM


pojokindo.com Sinak, Papua Tengah — Pertemuan pasukan bersenjata yang dipimpin Lekagak Telenggen bersama perwakilan dari 36 kodap TPNPB-OPM pada Kamis (19/02/2026) dinilai bukan sekadar seremoni internal, melainkan forum konsolidasi untuk merencanakan serangan bersenjata dan aksi pembakaran fasilitas vital.

Tujuan Pertemuan

  • Penyusunan strategi serangan terhadap fasilitas publik dan jalur logistik.
  • Konsolidasi kekuatan antar kodap untuk memperkuat koordinasi lapangan.
  • Peningkatan ancaman keamanan yang berpotensi menimbulkan korban jiwa dan trauma berkepanjangan.

Pola Kekerasan yang Berulang

Sejumlah insiden sebelumnya memperlihatkan pola brutal kelompok bersenjata ini:

  • Penyerangan mendadak terhadap warga sipil.
  • Pembakaran fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas.
  • Intimidasi terhadap masyarakat, memaksa warga meninggalkan kampung halaman.

Dampak Kemanusiaan

Pengamat keamanan menilai ancaman serangan terhadap sekolah, fasilitas kesehatan, dan jalur logistik masyarakat merupakan bentuk teror yang menghambat kehidupan sosial dan pembangunan:

  • Akses pendidikan terhenti.
  • Layanan medis lumpuh.
  • Mata pencaharian warga hilang akibat pengungsian dan ketidakpastian.

Papua Butuh Damai, Bukan Konsolidasi Teror

Peristiwa ini menegaskan bahwa Papua hanya bisa maju bila kekerasan dihentikan, hukum ditegakkan, dan keselamatan rakyat ditempatkan sebagai prioritas utama.

Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena melindungi pendidikan dan kesehatan. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?