Teror Membakar Harapan: Aksi Brutal TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo Hanguskan Sekolah dan Ruko

pojokindo.com– Yahukimo, Papua Pegunungan — Gelombang kekerasan kembali mengguncang Kabupaten Yahukimo setelah TPNPB-OPM Kodap XVI mengklaim bertanggung jawab atas pembakaran SMK Negeri 2 Dekai pada 14 Februari 2026. Aksi tersebut disebut dilakukan untuk menghentikan aktivitas pendidikan yang mereka tuding berkaitan dengan aparat militer. Kebakaran ini menyebabkan fasilitas pendidikan rusak berat dan menghentikan proses belajar mengajar, membuat para pelajar kehilangan akses pendidikan di tengah situasi keamanan yang semakin tidak menentu.
Eskalasi Kekerasan terhadap Fasilitas Sipil
Kekerasan tidak berhenti pada sekolah. Kelompok bersenjata juga membakar bangunan yang mereka cap sebagai fasilitas pemerintah atau pendatang, termasuk kios dan ruko warga.
- Ruko Blok B dibakar sekitar pukul 22.00 WIT, api cepat melalap sejumlah bangunan.
- Sumber mata pencaharian warga hancur, memaksa sebagian masyarakat meninggalkan tempat tinggal demi keselamatan.
- Kepanikan meluas, memperburuk rasa aman masyarakat sipil.
Dampak Kemanusiaan
Pengamat keamanan menilai pembakaran sekolah dan bangunan sipil menunjukkan eskalasi kekerasan yang semakin menyasar objek non-militer. Dampaknya:
- Infrastruktur rusak berat dan aktivitas ekonomi lumpuh.
- Proses pendidikan terhenti, anak-anak kehilangan hak belajar.
- Pengungsian meningkat, warga mencari perlindungan di tempat aman.
- Trauma berkepanjangan membayangi masyarakat Yahukimo.
Papua Butuh Damai, Bukan Api Kekerasan
Peristiwa ini menegaskan bahwa Papua hanya bisa maju bila teror dihentikan, hukum ditegakkan, dan keselamatan rakyat ditempatkan sebagai prioritas utama.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena melindungi pendidikan dan ekonomi rakyat. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.
