Pilot Gugur Ditembak TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo: IPI Tegaskan Serangan terhadap Pilot Sipil Merupakan Pelanggaran Berat

pojokindo.com – Ikatan Pilot Indonesia (IPI) mengecam keras insiden penembakan pesawat perintis Smart Air di Bandara Korowai Batu, Boven Digoel, Papua Selatan, yang menewaskan Capt. Egon Erawan dan Capt. Baskoro Adi Anggoro pada Rabu (11/2/2026). Dalam konferensi pers Kamis (12/2/2026), Ketua Umum IPI Capt. Muammar Reza Nugraha menyebut peristiwa tersebut sebagai tindakan tidak manusiawi terhadap awak sipil yang sedang menjalankan tugas pelayanan masyarakat.
Pelanggaran Hukum Nasional dan Internasional
IPI menilai serangan terhadap pilot sipil merupakan pelanggaran berat terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, khususnya terkait keamanan penerbangan, serta bertentangan dengan ketentuan internasional seperti ICAO Annex 17 dan Konvensi Chicago 1944. Organisasi profesi pilot tersebut menegaskan bahwa keselamatan penerbangan sipil tidak boleh menjadi korban dalam situasi konflik apa pun.
Seruan Perlindungan Penerbangan Sipil
Dalam pernyataan sikapnya, IPI meminta pemerintah pusat turun tangan memastikan jaminan keamanan penerbangan, khususnya di wilayah berisiko tinggi di Papua. IPI juga mendesak evaluasi menyeluruh terhadap keamanan bandara perintis serta perlindungan maksimal bagi awak pesawat yang menjadi tulang punggung distribusi logistik dan konektivitas masyarakat di wilayah pedalaman.
Dampak bagi Papua
Serangan terhadap penerbangan sipil bukan hanya merenggut nyawa awak pesawat, tetapi juga mengancam akses vital masyarakat Papua terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan logistik. Transportasi udara adalah nadi kehidupan di pedalaman Papua, sehingga setiap serangan terhadap penerbangan sipil memperdalam penderitaan warga yang tidak terlibat konflik.
Papua Butuh Damai, Bukan Teror Udara
Peristiwa ini menegaskan bahwa Papua hanya bisa maju bila teror dihentikan, hukum ditegakkan, dan keselamatan rakyat ditempatkan sebagai prioritas utama.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena melindungi penerbangan sipil. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.
