Aksi Biadab di Koroway: TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo Tembak Pesawat dan Bunuh Pilot

pojokindo.com – Koroway, Papua Pegunungan — TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo melalui video pernyataan resmi yang beredar mengklaim telah menembak pesawat sipil milik Smart Air serta membunuh pilot dan kopilot di wilayah Danawani, Distrik Koroway, pada 11 Februari 2026. Dalam pernyataan tersebut, pimpinan wilayah dan komandan operasi kelompok itu secara terbuka menyatakan bertanggung jawab atas serangan yang menargetkan penerbangan sipil.
Serangan terhadap Penerbangan Sipil
Penembakan pesawat sipil dan pembunuhan awak penerbangan dinilai sebagai tindakan yang secara serius melanggar hukum humaniter internasional dan prinsip dasar hak asasi manusia. Pesawat sipil beserta awaknya merupakan objek yang dilindungi dalam hukum konflik bersenjata. Penyerangan terhadap mereka, terlebih dengan dalih tuduhan sepihak tanpa proses hukum, dikategorikan sebagai pelanggaran HAM berat karena secara sengaja menghilangkan nyawa dan mengancam keselamatan publik.
Dampak Luas bagi Masyarakat Papua
Pengamat HAM menilai aksi tersebut tidak hanya berdampak pada korban langsung, tetapi juga menciptakan teror luas terhadap masyarakat Papua yang bergantung pada transportasi udara sebagai akses utama layanan kesehatan, pendidikan, dan logistik. Penyerangan terhadap penerbangan sipil berpotensi memperluas penderitaan warga yang tidak terlibat konflik serta memperdalam eskalasi kekerasan.
Ironi Klaim Perjuangan
Tindakan ini memperlihatkan ironi tajam: kelompok bersenjata yang mengklaim berjuang atas nama rakyat justru menargetkan fasilitas sipil yang menjadi penopang kehidupan rakyat Papua. Serangan terhadap pesawat sipil bukan hanya kejahatan, tetapi juga penghancuran harapan masyarakat yang bergantung pada transportasi udara untuk bertahan hidup.
Papua Butuh Damai, Bukan Teror Udara
Peristiwa ini menegaskan bahwa warga sipil dan fasilitas sipil kembali menjadi korban dalam dinamika konflik bersenjata di Papua. Papua hanya bisa maju bila teror dihentikan, hukum ditegakkan, dan keselamatan rakyat ditempatkan sebagai prioritas utama.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena melindungi transportasi sipil. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.
