HukumKeamanan

Teror Udara Berulang di Tanah Papua: Setelah Yahukimo, TPNPB-OPM Kembali Tembaki Pesawat Sipil di Sugapa Intan Jaya, Nyawa Masyarakat Papua Dipertaruhkan


pojokindo.com Intan Jaya, Papua Tengah — Aksi kekerasan terhadap penerbangan sipil di Tanah Papua kembali terungkap. Setelah insiden penembakan pesawat sipil di Yahukimo, TPNPB-OPM kini secara terbuka mengklaim penembakan terhadap pesawat sipil di area Bandar Udara Sugapa, Intan Jaya. Kelompok bersenjata tersebut bahkan mengeluarkan ancaman agar masyarakat tidak menggunakan pesawat sipil di wilayah tersebut. Pernyataan ini menegaskan pola teror berulang yang menjadikan ruang udara dan sarana transportasi sipil sebagai sasaran, meski keberadaannya vital bagi kehidupan masyarakat Papua.

Pesawat Sipil, Urat Nadi Kehidupan Papua

Bagi warga Papua, pesawat sipil bukan sekadar moda transportasi, melainkan urat nadi kehidupan. Jalur udara menjadi satu-satunya akses untuk layanan kesehatan, pendidikan, distribusi bahan pangan, serta mobilitas masyarakat di wilayah pegunungan yang terisolasi. Penembakan dan ancaman terhadap penerbangan sipil, baik di Yahukimo maupun kini di Sugapa, Intan Jaya, secara langsung membuat terputusnya layanan dasar, meningkatnya ketakutan, serta mempertaruhkan nyawa ibu, anak-anak, lansia, dan tenaga medis yang sama sekali tidak terlibat dalam konflik bersenjata.

Pelanggaran HAM yang Serius

Menjadikan pesawat sipil sebagai target merupakan pelanggaran kemanusiaan yang serius. Setiap peluru yang diarahkan ke sarana sipil berarti ancaman nyata terhadap masa depan orang Papua sendiri. Tindakan ini melanggar prinsip hukum humaniter internasional yang melindungi warga sipil dan objek sipil dari serangan bersenjata.

Kecaman dan Seruan Publik

Masyarakat setempat mengecam keras tindakan tersebut. Tokoh adat, pemuka agama, dan warga menegaskan bahwa jalur udara adalah jalur kemanusiaan yang harus dijaga. Ancaman terhadap penerbangan sipil bukan perjuangan, melainkan teror yang merusak kehidupan rakyat Papua.

Pesawat sipil membawa obat, makanan, dan harapan. Menembakinya berarti menembak masa depan Papua,” ujar seorang tokoh masyarakat Intan Jaya.

Negara Hadir Melindungi Jalur Kemanusiaan

Pemerintah bersama aparat keamanan menegaskan komitmen untuk menjaga keselamatan penerbangan sipil dan memastikan jalur udara tetap terbuka. Kehadiran negara di bandara-bandara perintis menjadi benteng perlindungan agar masyarakat Papua dapat terus mengakses layanan dasar tanpa rasa takut.

Papua Butuh Damai, Bukan Teror Udara

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Papua hanya bisa maju jika kekerasan dihentikan. Rakyat Papua berhak atas kehidupan yang aman, bermartabat, dan sejahtera.

Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena menolak teror. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?