HukumKeamanan

Tragedi Berdarah di Atas Kapal Gunung Dempo: Anggota KNPB Doni Pekei, Tewas di Tangan TPNPB-OPM


pojokindo.com Papua — Kasus tewasnya Doni Pekei, anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB), kini memasuki babak baru. Tiga orang pelaku pembunuhan Doni Pekei di atas Kapal Motor Gunung Dempo dilaporkan telah menyerahkan diri dan diamankan oleh aparat penegak hukum pada Selasa, 27 Januari 2026. Dalam proses penyerahan diri tersebut, ketiganya mengaku sebagai bagian dari jaringan TPNPB-OPM, sebagaimana disampaikan langsung kepada pihak berwenang.

Konflik Internal Berujung Kekerasan

Doni Pekei dikenal sebagai anggota KNPB yang aktif dan radikal dalam menyuarakan pandangan politiknya. Ia kerap menyampaikan kritik terbuka terhadap TPNPB-OPM, yang dinilainya tidak sejalan dengan arah perjuangan yang diyakininya. Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa pembunuhan terhadap Doni Pekei diduga telah direncanakan, mengingat posisi dan perannya yang cukup menonjol dalam lingkaran pergerakan. Fakta bahwa para pelaku berasal dari kelompok yang sama-sama mengklaim perjuangan Papua merdeka menguatkan dugaan adanya konflik internal yang berujung pada kekerasan sesama kelompok separatis.

Solidaritas yang Runtuh

Penyerahan diri ketiga pelaku membuka tabir bahwa kekerasan di dalam jaringan kelompok bersenjata dan politik Papua merdeka kian tidak terkendali. Peristiwa ini menegaskan bahwa solidaritas yang selama ini diklaim sebagai dasar perjuangan ternyata rapuh, bahkan memakan korban dari kalangan mereka sendiri. Kekerasan internal semacam ini memperlihatkan bahwa kelompok bersenjata tidak hanya menjadi ancaman bagi masyarakat sipil, tetapi juga bagi sesama aktivis yang berada dalam lingkaran pergerakan.

Aparat Dalami Motif dan Keterkaitan

Aparat penegak hukum menyatakan akan mendalami lebih lanjut motif pembunuhan, peran masing-masing pelaku, serta keterkaitan mereka dengan struktur TPNPB-OPM. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen negara untuk mengungkap fakta, menegakkan hukum, dan melindungi masyarakat dari ancaman kekerasan yang semakin tidak terkendali.

Pesan Moral untuk Publik

Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa kekerasan bersenjata tidak pernah membawa persatuan atau kesejahteraan. Justru sebaliknya, ia menimbulkan perpecahan, mengorbankan nyawa, dan memperburuk penderitaan rakyat Papua. Peristiwa tragis di atas Kapal Gunung Dempo menjadi pengingat bahwa perjuangan sejati tidak pernah lahir dari kekerasan, melainkan dari dialog, persatuan, dan penghormatan terhadap nilai kemanusiaan.

Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena menolak kekerasan. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?