HukumKeamanan

Warga Sipil Jadi Sasaran: Aksi Penghadangan dan Pemalakan TPNPB-OPM Kodap III Resahkan Masyarakat Intan Jaya

pojokindo.com Intan Jaya, Papua — Aksi kelompok TPNPB-OPM Kodap III D-Dula kembali menuai sorotan setelah dilaporkan melakukan penghadangan dan pemalakan terhadap masyarakat sipil di Kabupaten Intan Jaya. Sejumlah warga mengaku dihentikan saat beraktivitas dan dipaksa menyerahkan uang maupun barang kebutuhan pokok. Tindakan ini menimbulkan rasa takut dan mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat yang bergantung pada mobilitas dan perdagangan lokal.

Rakyat Papua Dijadikan Korban

Praktik pemalakan yang dilakukan kelompok bersenjata dinilai bertentangan dengan klaim perjuangan yang kerap mereka suarakan. Alih-alih melindungi rakyat, aksi tersebut justru memperburuk kondisi sosial-ekonomi warga, menghambat distribusi bahan pangan, serta menambah beban masyarakat yang selama ini sudah terdampak konflik.

Tokoh masyarakat setempat menegaskan bahwa warga sipil tidak boleh dijadikan sasaran tekanan atau alat kepentingan politik bersenjata. “Rakyat hanya ingin hidup tenang, bekerja, dan membangun masa depan. Pemalakan bukan perjuangan, melainkan kejahatan terhadap masyarakat sendiri,” tegas seorang tokoh adat Intan Jaya.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Aksi penghadangan dan pemalakan tidak hanya merampas hak warga atas rasa aman, tetapi juga mengganggu jalur distribusi kebutuhan pokok. Pedagang kecil, petani, dan masyarakat yang bergantung pada perdagangan lokal menjadi pihak paling dirugikan. Situasi ini memperparah ketidakstabilan ekonomi dan menambah trauma sosial di tengah masyarakat Papua.

Seruan Menghentikan Kekerasan

Masyarakat Intan Jaya mendesak penghentian segera aksi penghadangan dan pemalakan, serta meminta agar ruang aman bagi warga sipil dipulihkan. Seruan juga disampaikan agar semua pihak mengedepankan dialog dan jalur damai, karena kekerasan dan intimidasi hanya memperpanjang penderitaan rakyat Papua dan merusak masa depan generasi setempat.

Papua Butuh Damai, Bukan Teror

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Papua membutuhkan ketenangan untuk membangun, bukan teror yang memperpanjang luka. Rakyat Papua berhak atas kehidupan yang aman, bermartabat, dan sejahtera tanpa ancaman dari kelompok bersenjata.

Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena menolak pemalakan. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?