Keamanan

Tanggapi Pemberitaan di Medsos, Dewan Adat Kamapi Protes Soal TPNPB Berturut-turut Bakar Camp Wakia

JAYAPURA, POJOKINDO.com – Dewan Adat Mee daerah Kamuu Mapia dan Piyaiye (KAMAPI ) Kabupaten Dogiyai  menanggapi pemberitaan di salah satu media online di Papua, yang berjudul “Dua Hari Berturut-turut TPNPB XI Dogiyai Bakar Kamp Pendulangan Emas Ilegal di Kapiraya”.

Sekretaris Dewan Adat KAMAPI, Alexander Pakage menegaskan bahwa, informasi yang diberitakan itu, tidak benar.

Yang benar, kata dia, adalah pemuda tim peduli yang bubarkan tambang ilegal yang mencuri emas.

”Pembakaran itu bukan dari TPNPB, Itu anak muda yang peduli akan hutan alam dan manusia yang bubarkan mereka pencuri emas secara ilegal. Karena Kapiraya itu tempat batas orang Kamo dan orang Mee,”katanya, Kamis (12/9/2024). 

Pakage menjelaskan, para pemuda dari Dogiyai dan Deiyai, tidak membakar kampung, tetapi membakar alat berat dan camp yang dibangun para pendulang ilegal tersebut. 

“Mereka anak muda yang tergabung dalam tim peduli alam dan manusia Papua ke Kapiraya setelah dengar orang yang tak bertanggungjawab mengambil emas secara ilegal, sehingga pemuda turun untuk bubarkan, jadi mereka bukan TPNPB, tapi mereka adalah pemuda murni,”tegasnya.

Ia menilai, pemberitaan seperti ini sangat menyesatkan dan tidak bertanggungjawab.

Seharusnya, kata dia, media memberitakan informasi yang benar dan jujur serta adil kepada dan sampaikan yang adil kepada pembaca.

“Media itu independen, media harus menulis sesuai fakta agar dipercaya pembaca. Kami menilai ini media tak bertanggungjawab, seharusnya media itu memberitakan yang benar, bukan ambil sumber di sosial media, Kami pikir ini menggiring berita yang tak benar demi sembunyikan berita yang sebenarnya,”tandasnya. (ka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?