Uncategorized

Siap Siap, Masyarakat Adat Moskona-Bintuni Akan Gelar Festival Hutan Adat I: Merayakan Warisan Alam dan Budaya Suku Moskona di Teluk Bintuni

MANOKWARI, POJOKINDO.com – Masyarakat Adat Suku Moskona di Kabupaten Teluk Bintuni akan mengadakan Festival Hutan Adat I se-Tanah Papua. Festival itu diklaim sebagai yang pertama di tanah Papua.

Ketua Panitia Festival Hutan Adat I se-Tanah Papua, Piter Masakoda, Senin (19/8/2024), dalam keterangan tertulis, menjelaskan Festival Hutan Adat I itu akan digelar di Distrik Merdey dan Distrik Masyeta.

Festival Hutan Adat itu disebutnya akan mempromosikan pentingnya menjaga lingkungan yang ada di wilayah adat.

“Khususnya Komunitas marga Ogoney, Masakoda, Yen dan Yec di Suku Moskona,” sebut Piter Masakoda.

Piter melanjutkan, festival ini diharapkan memancing pemerintah pusat dan daerah untuk melihat keberadaan masyarakat hukum adat di tanah Papua secara keseluruhan dan secara khusus di Kabupaten Teluk Bintuni.

Agenda dalam Festival Hutan Adat ini mencakup memfasilitasi para pihak yang berkepentingan untuk melakukan deklarasi perlindungan tempat penting masyarakat adat dan hutan alam Orang Asli Papua di wilayah kepala burung Papua.

Selain itu, mengadvokasi pembentukan tim percepatan penetapan hutan dan pengelolaan hutan alam berbasis komunitas lokal di Tanah Papua.

Ditambah agenda memfasilitasi pembentukan task force untuk pengembangan pangan lokal berbasis komunitas di bentang alam kepala burung di Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua Barat Daya.

“Kami juga mengagendakan terselenggaranya seminar-seminar pada acara Festival Hutan Adat dengan berbagai tema seperti hak masyarakat adat, hutan dan lingkungan serta mata pencaharian,” kata Piter Masakoda lebih lanjut.

Festival Hutan Adat juga diharapkan dapat memfasilitasi para pihak untuk menggalang dana dan peletakan batu pertama Pusat Pembelajaran Komunitas di wilayah adat Suku Moskona dan kunjungan lokasi pengembangan pangan lokan dan ekowisata berbasis budaya di wilayah adat Suku Moskona, Kabupaten Teluk Bintuni.

Dalam keterangan tertulis yang sama, Kepala Distrik Merdey, Yustina Ogoney, menyatakan Festival Hutan Adat itu diadakan dua tahun pasca penyerahan SK Hutan Adat Marga Ogoney oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Ketua Lembaga Mayarakat Adat Distrik Merdey yang juga tergabung dalam Panitia Festival Hutan Adat I se Tanah Papua itu juga menyatakan Festival Hutan Adat akan diselenggarakan pada Oktober 2024 mendatang.

“Festival ini akan mengangkat kearifan lokal dalam masyarakat adat, mengangkat potensi yang ada di hutan adat masyarakat adat, dan harapannya dapat dilihat langsung oleh tamu undangan dari luar, baik tamu undangan dari Kabupaten Bintuni, maupun tamu undangan dari Provinsi maupun tamu undangan dari Nasional,” ungkap Yustina.

“Kami berencana mengundang tamu dari Kantor Staf Kepresidenan, kemudian mengundang unsur pemerintah provinsi maupun unsur pemerintah Kabupaten dan NGO internasional, lokal dan rekan rekan individu,” imbuhnya.

Ia berharap Festival Hutan Adat dapat terlaksana dengan baik. Pemerintah dan publik diharapkan dapat melihat secara langsung keberadaan hutan adat dan masyarakat yang masih menggantungkan kehidupannya kepada alam.

“Maka itu kami berharap Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten bisa membantu dan juga ikut menjaga agar hutan masyarakat adat tetap lestari,” tandasnya.(ka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?