Ratusan Warga Bibida Terpaksa diungsikan Pasca Aksi Teror Kelompok OPM
PANIAI, POJOKINDO.com – Ratusan warga Distrik Bibida, Kabupaten Paniai terpaksa diungsikan setelah adanya aksi pembunuhan dan pembakaran oleh kelompok TPNPB OPM pimpinan Undius Kogoya. Proses pengungsian warga Bibida dibantu oleh personil Satgas Ops Damai Cartenz 2024 dan Kepolisian setempat menggunakan 5 unit kendaraan angkut personil pada Minggu (16/6/2024).
Warga Bibida ini diungsikan menuju Gereja katolik Madi pasca pembunuhan seorang sopir taksi baru-baru ini di ruas jalan Enarotali-Bibida, tepat di kampung Kopo. Saat ini aparat gabungan TNI Polri sedang melakukan pengejaran terhadap kelompok TPNPB OPM yang melakukan pembunuhan tersebut.

Aksi teror ini membuat warga sipil ketakutan dan terpaksa harus mengungsi. Ratusan warga Bibida yang mengungsi ini disambut baik oleh Dewan Paroki bersama Pastor Herman Betu, Pr.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Richard Tampubolon mengatakan bahwa kehadiran pasukan militer di Bibida merupakan perintah pusat untuk merespons beberapa kejadian yang dilakukan kelompok Undius Kogoya. Aparat keamanan diturunkan ke distrik Bibida untuk mempersempit ruang gerak dari kubu OPM.
“Sebelumnya distrik Bibida memang mereka kuasai, tetapi bersyukurlah sekarang TNI sudah ambil alih. Kita berharap, keamanan di wilayah itu pulih kembali,” ujar Richard.
Setelah dilakukan komunikasi terkait kondisi terkini Sitkamtibmas di Distrik Bibida, masyarakat Distrik Bibida secara bertahap dievakuasi dan diungsikan dari Gereja Katolik Salib Suci Pogapa menuju Gereja Katolik Salib Suci Paroki Madi. Proses evakuasi dibagi menjadi 3 tahap serta mendapatkan pengawalan dari personel Polres Paniai.
Sekitar pukul 17.00 WIT proses evakuasi warga Bibida menuju tempat pengungsian telah selesai dilaksanakan dengan lancar tanpa adanya gangguan yang berarti. Semua warga Bibida berharap kelompok OPM segera berhenti melakukan teror agar warga dapat kembali beraktivitas di kampung halaman mereka.

