Gelar Aksi Protes Dijalan, Ratusan Caleg OAP Papua Selatan Kalah Money Politic
MERAUKE, POJOKINDO.com – Momen pemilihan umum atau Pemilu 2024, pada 14 Februari lalu, menjadi hari memilukan bagi Calon Legislatif (Caleg) OAP di Papua Selatan.
Pasalnya, banyak Caleg OAP kalah dalam memperebutkan suara rakyatnya di daerah sendiri, karena adanya dugaan money politic atau politik uang yang menggiurkan.
Sekretaris Panitia Khusus (Pansus) MRP Papua Selatan, Chatarina Yaas mengatakan, pengusutan dan penyelidikan dugaan politik uang saat Pemilu 2024,14 Pebruari 2014 lalu, harus ditindaklanjuti hingga tuntas.
“Saya ingin tegaskan bahwa hari ini hak OAP dirampok dan dirampas, bahkan dinasti keluarga dibuat di Provinsi Papua Selatan,” ucapnya dalam orasi.
Anggota MRPS itu melanjutkan, ratusan OAP turun dengan aksi protes di jalan, sebagai bentuk ketidakpuasan, setelah hasil pemilu 14 Februari 2024, karena banyak caleg OAP kalah suara.
“Kami minta provinsi dan pusat harus melihat persoalan dimaksud,, Provinsi Papua Selatan dibentuk untuk masyarakat Papua Selatan,” tegasnya.
Chatrina mengakui, Pansus MRPS telah memiliki bukti adanya dugaan Money Politic, namun Bawaslu Kabupaten Merauke tidak bekerja serius dan dinilai gagal sehingga kasus tersebut dinilai hilang tanpa kejelasan.
“Money politik datang merampas semua hak OAP, tapi kami tidak akan pernah tinggal diam,” pungkasnya.(ka)

