Tingkatkan Hanpangan Lokal, Pangdam XVII Adakan Pameran Ketahanan Pangan di Halaman Makodam Cenderawasih
JAYAPURA, POJOKINDO.com – Kodam XVII/Cenderawasih bersama jajaran satuan kewilayahannya menunjukkan keseriusannya dalam merespon kebijakan pemerintah, Panglima TNI dan Kepala STAF TNI AD atau Kasad untuk mencapai swasembada pangan, yakni dengan meningkatkan ketahanan pangan lokal atau hasil bumi di wilayah masing-masing kesatuan.
Keseriusan itu ditampilkan dalam pameran ketahanan pangan pada momen Rapat Pimpinan jajaran Kodam XVII/Cenderawasih, yang dipusatkan di lapangan belakang Makodam Cenderawasih, Jayapura, Rabu (6/3/2024).
Diketahui, pameran ketahanan pangan lokal ini diikuti mulai dari tingkat korem hingga kodim yang berada di wilayah pertahanan Kodam XVII/Cenderawasih,berbagai jenis hasil bumi dipamerkan dari setiap kesatuan, seperti kopi, ubi, buah merah, sayur mayur, beras hingga ikan air tawar.
“Jadi kegiatan ini bentuk tindaklanjut kami atas kebijakan pemerintah, Panglima TNI dan Kasad untuk mengembangkan ketahanan pangan, yang tentunya berbasis keunggulan lokal,” kata Pangdam XVIII/Cenderawasih, Mayjen TNI Izak Pangemanan kepada wartawan di sela-sela peninjauan stand.
“Ya, kita kan tahu bahwa di Papua ini daerahnya memiliki keunggulan masing-masing. Setiap kabupaten memiliki punya keunggulan, nah itu yang kami kembangkan,” timpal dia.
Izak juga berharap pameran ketahanan pangan yang dilakukan satuan wilayah seperti ini bisa menjadi program rutin.
“Kita akan lakukan itu, sesuai potensi yang ada, itu yang kita kembangkan di setiap kabupaten,” akunya.
Membangun balai pelatihan di setiap wilayah
Melihat potensi keunggulan pangan lokal dari setiap kabupaten, kata Izak, pihaknya berencana membangun balai pelatihan yang nantinya bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat.
“Jadi di setiap kabupaten kita akan bangun balai pelatihan bagi masyarakat sehingga keunggulan potensi yang ada di daerah itu, kita kembangkan di balai pelatihan,” terangnya.
“Masyarakat dari kampung-kampung kami akan latih, dari pelatihan mereka akan kembali ke kampung menggunakan ilmu yang mereka dapatkan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki kampungnya,”imbuh jenderal TNI bintang dua ini.
Izak mencontohkan seperti di Jayawijaya, yang memiliki tanaman kopi sebagai komoditas unggulan. Tak dipungkiri, selama ini kopi hasil dari kabupaten tersebut dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga ke luar negeri.
Pangdam XVII/Cenderawasih ini berharap, ada sektor yang menjadi sasaran untuk dibangun, dan bisa terwujud.Pertama, pemenuhan standart hidup masyarakat Papua,lalu, yang kedua adalah peningkatan produktifitas masyarakat Papua.
“Dengan begini maka ketergantungan masyarakat kepada dana Otonomi khusus (Otsus) dan dana kampung selama ini, ya secara perlahan bisa diatasi dengan kemampuan kemandirian mereka (masyarakat) untuk mengembangkan potensi yang ada di wilayahnya,” harap Izak.
Sementara itu, soal sumber daya manusia (SDM) yang akan dipakai untuk membagikan ilmunya kepada masyaralat dalam balai pelatihan nanti, kata Izak, tentunya memberdayakan prajurit TNI yang ada.
“Kita akan latih prajurit kita yang ada, nanti mereka akan menerapkan metode mentoring, Jadi, kita akan membuat mentor-mentor di daerah yaitu para prajurit kami sendiri. Kemudian anggota Babinsa kami juga akan kita jadikan ketua kelompok tani tingkat desa, sedangkan Danramil menjadi ketua kelompok tani tingkat kecamatan, terus diikuti Dandim di tingkat kabupaten,” jelasnya.
“Kalau sudah begini maka hambatan-hambatan komunikasi antara masyarakat yang ada di kampung-kampung yang tidak terjangkau bisa kita atasi dengan adanya pendampingan yang dilakukan prajurit kami,” sambung Izak. (ka)

