BPJS Kesehatan Sorong Terapkan Pelayanan Keliling Maksimalkan Program JKN
SORONG, POJOKINDO.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Sorong, Papua Barat Daya menerapkan pelayanan keliling dengan terjun langsung ke masyarakat sebagai bagian dari upaya memaksimalkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah itu.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sorong, Pupung Purnama, di Sorong, Selasa, menjelaskan salah satu upaya konkret untuk mengakomodasi seluruh masyarakat dalam program JKN adalah turun langsung dan memberikan kemudahan akses layanan terkait pengurusan administrasi kepada masyarakat.
“Artinya kita turun dan jemput bola supaya memberikan informasi kepada masyarakat tentang program JKN itu,” jelasnya.
Realisasi dari upaya itu, kata dia, BPJS Kesehatan telah melaksanakan program Pemberian Informasi Langsung (PIL) dan BPJS Keliling ke Kampung Kokoda, Kota Sorong pada 9 Februari 2024 berkolaborasi dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Sorong.
“Pada kesempatan itu juga kita dan PPNI menyelenggarakan pengobatan massal bagi masyarakat Kokoda, Kota Sorong,” bebernya.
Tercatat sebanyak 81 masyarakat yang mendapatkan layanan tatap muka langsung untuk mendapatkan jawaban terkait dengan layanan administrasi JKN.
“Jenis layanan pada BPJS Kesehatan Keliling adalah sama halnya dengan berbagai pelayanan yang dapat diperoleh langsung di Kantor BPJS Kesehatan,” ujarnya.
Layanan administrasi BPJS Keliling meliputi pendaftaran baru, penambahan dan pengurangan anggota keluarga, pengaktifan kembali status kepesertaan yang nonaktif, perubahan atau perbaikan data, perubahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), pemberian informasi dan penanganan pengaduan langsung terkait Program JKN.
“Rata-rata masyarakat datang untuk mengecek status kepesertaannya masih aktif atau tidak,” katanya.
Status cakupan kepesertaan di Provinsi Papua Barat Daya termasuk seluruh kabupaten dan kota yang telah mendapatkan predikat Universal Health Coverage (UHC), maka setiap warga Kokoda yang datang dan memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) langsung didaftarkan menjadi peserta JKN tanggungan pemerintah Provinsi Papua Barat daya.
“Kegiatan jemput bola seperti ini akan terus kami laksanakan secara berkala sampai ke daerah-daerah. Kita datang untuk membantu warga, demi pelayanan yang lebih mudah, cepat dan setara,” ucap Pupung.
Salah satu warga tersebut adalah Hajija Kailoro, wanita yang keseharianya beraktivitas sebagai ibu rumah tangga ini mengaku dirinya sudah lama terdaftar sebagai peserta JKN. Sejak dulu dia telah menjadi peserta tanggungan suaminya yang dahulunya berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dia mengungkapkan, sudah lama dia tidak mengecek status kepesertaan JKN miliknya, sehingga dengan adanya pelayanan ini dirinya dapat dengan mudah mendapatkan informasi, tanpa harus pergi jauh untuk memperoleh layanan di kantor BPJS Kesehatan.
“Tadi sudah dicek oleh petugas, syukur hampir semuanya masih aktif. Bapak-bapaknya sangat ramah, tadi diinfokan ada yang ditanggung pemerintah, ada yang anak saya sudah ditanggung tempatnya bekerja. Tinggal anak saya yang satu ini yang belum, infonya dapat didaftarkan dengan melampirkan SKTM. Secepatnya akan saya urus untuk berjaga-jaga,” ungkap Hajija.
Ibu dari sepuluh orang anak ini kemudian mengisahkan bahwa dirinya dan keluarga sudah pernah merasakan manfaat sebagai peserta JKN. Sebelumnya dia pernah membawa anaknya berobat di salah satu rumah sakit dan dirawat inap selama satu minggu akibat malaria.
“Semua pelayanan yang diberikan sangat baik. Dokter dan semua perawat memberikan layanan dengan sepenuh hati,” ungkapnya.(ka)

