Tolak Pemilu 2024, Jubir KNPB: Hanya Menambah Kesengsaraan Orang Papua
JAYAPURA, POJOKINDO.com – Aktivis Papua Merdeka, Ones Suhuniap mengatakan, Pemilu Indonesia di Papua hanya mencari legitimasi orang Papua atas kedaulatan dan memperpanjang penjajahan di Papua.
Ia mengatakan, Pemilu Indonesia di Papua adalah demokrasi palsu. Demokrasi tidak mendidik etika demokrasi moralitas orang Papua.
“Orang Papua tidak cocok dengan sistem demokrasi liberal produk kapitalis,” kata Ones, Selasa, (16/01/2023).
Menurutnya, Pemilu Indonesia di Papua hanya cari legitimasi eksistensi dan kedaulatan kolonialisme merekrut Kader produktif jadi boneka oligarki dan pilar kolonialisme Indonesia.
“Moyang orang Papua tidak pernah sepakati konsep nation maupun state Indonesia dengan sistem demokrasi yang sedang dijalankan,” jelasnya.
Dikatakan, orang Papua dipaksakan ikut terlibat dalam Pemilu Indonesia berdasarkan aneksasi 1 Mei 1963 yang sesungguhnya ditugaskan sebagai pemerintahan wali digantikan posisi UNTEA untuk mendorong proses dekolonisasi dipersiapkan sebelumnya oleh Belanda.
“Pelaksanaan pemilu di Papua sesungguhnya ilegal jika ditinjau dari juridiksi hukum atas legalitas Indonesia di Papua.”
“Karena Pemerintah sementara Indonesia diberikan mandat hanya untuk mendorong pelaksanaan penentuan nasib sendiri berdasarkan amanat perjanjian New York Agreement 15 Agustus 1962 pasal XIII,” sambungnya.
Kata Ones, tidak ada pengakuan secara formal legal oleh rakyat Papua sepenuhnya bahwa pemerintah Indonesia pemerintah resmi yang dibentuk oleh rakyat Papua.
Maka orang Papua memiliki hak demokrasi untuk tidak ikut terlibat dalam Pemilu Indonesia di Papua. “Baik ikut terlibat sebagai peserta Pemilu maupun sebagai rakyat ikut partisipasi memilih calon presiden DPRI maupun DPRD kabupaten kota di Papua.”
“Karena pada dasarnya keberadaan Indonesia tidak memiliki legalitas hukum kekuasaannya di Papua,” sambungnya.
Kata Juru Bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB) itu mengatakan, Pemilu adalah satu di antara strategi untuk kedaulatan di Papua, ketika orang Papua ikut terlibat dalam pemilu melegitimasi Indonesia untuk tetap ada di Papua.
“Itulah sebabnya Indonesia mati-matian sukseskan Pemilu di Papua di Papua agar menjadi peluru diplomasi di internasional. Di mana, Indonesia menggunakan hasil Pemilu untuk menyakinkan masyarakat Internasional bahwa orang Papua ingin hidup bersama Indonesia,” jelasnya.
Menurut Ones, pelaksanaan Pemilu menurut pandangan Indonesia harus sukses di Papua, dangan orang Papua jadi peserta dalam Pemilu dan menjadi target utama untuk memperkuat kedaulatan NKRI di Papua.
“Apabila orang Papua tidak ikut terlibat baik menjadi peserta Pemilu untuk memperkuat kursi legislatif dan eksekutif, maka legitimasi tidak ada mengancam kedaulatan Indonesia di Papua,” tegasnya. (ka)

