Pasca Kerusuhan di Distrik Namblong, Polres Jayapura: Ratusan Pengungsi Sudah Kembali ke Rumah Masing-masing
SENTANI, POJOKINDO.com – Ratusan warga yang mengungsi akibat konflik sosial di Kampung Karya Bumi, Distrik Namblong, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, kini kembali ke rumahnya masing-masing.
Proses pemulangan ratusan warga tersebut menggunakan truk milik Polres Jayapura dan Brimob Polda Papua.
Kemudian, armada yang mengangkut warga tersebut juga dikawal Asisten Bidang III Administrasi Umum, Setda Kabupaten Jayapura, dan Kabag Ops Polres Jayapura.
Kapolres Jayapura, Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus WA Maclarimboen mengatakan, pemulangan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan dan upaya perdamaian yang dilakukan Forkopimda, Tokoh Adat, Masyarakat, serta keluarga korban korban.

“Para tokoh masyarakat dan pemerintah daerah sudah melakukan pertemuan dan sepakat untuk saling memaafkan dan menjaga situasi Kamtibmas,” terangnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, total warga yang mengungsi sebanyak 850 orang yang terbagi di tiga tempat pengungsian. Masih menurut Fredrickus, dari total yang telah pulang, masih terdapat 43 orang lainnya yang belum mau kembali.
“Hal ini dikarenakan mereka masih merasa trauma atas peristiwa yang terjadi,” ujarnya.
Selain itu, menurut Fredrickus, walau situasi saat ini telah kondusif, namun pihaknya tetap melakukan pengamanan dengan menyiagakan sejumlah personel di kampung tersebut.
“Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas kedepannya,” ujarnya.
Kemudian, Fredrickus juga mengimbau agar, masyarakat yang telah kembali ke rumah mereka, kiranya dapat beraktivitas kembali seperti biasanya.
“Mari kita terus menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman,” pungkasnya.
Diketahui, Kampung Karya Bumi sempat terjadi rusuh. Hal ini terjadi tepat pada 1 Januari 2024, yang disebabkan karena terjadinya pembacokan terhadap warga sipil oleh oknum TNI.
Akibat dari rusuh tersebut, beberapa rumah warga dan fasilitas umum seperti gedung balai desa pun dibakar oleh masa. Akibat kejadian tersebut, masyarakat di kampung setempat langsung mengungsi. (ka)

