Keamanan

Akibat Kericuhan yang Berujung Pembakaran Bangunan di Namblong, Sebanyak 501 Warga Masih Mengungsi

JAYAPURA, POJOKINDO.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura mencatat 501 orang warga Kampung Karya Bumi Besum, Distrik Namblong, mengungsi akibat kericuhan yang terjadi pada 1 Januari 2024.

Ratusan warga itu mengungsi ke tiga kampung, yakni, Kampung Benyom Jaya 1, Kampung Nimbongkrang, dan Kampung Benyom Jaya 2.

Kepala BPBD Kabupaten Jayapura, Jan Rumere menuturkan, 501 warga yang dievakuasi terdiri dari 274 jiwa warga Kampung Benyom Jaya 1. Selebihnya, tersebar di Kampung Nimbongkrang, dan Benyom Jaya 2.

Para pengungsi terdiri dari orang tua, orang dewasa, anak-anak dan balita. “Ini sesuai data yang direkap semua, dan jumlahnya sekian,” kata Jan, melalui panggilan telepon di, Jayapura, Selasa, (2/1/2024).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura, Jan Willem Rumere saat datang ke posko bantuan Kepala Kampung, Benyom Jaya 1, dan memberikan bantuan sejumlah bama kepada para pengungsi. 

Pemerintah Kabupaten Jayapura telah memberikan bantuan makanan kepada para pengungsi. Bantuan yang diberiikan berupa bama seperti beras, mie instan, gula, kopi, daun teh, dan, sarden. Hanya, bantuan yang diberikan sifatnya untuk sementara.

“Jadi bantuan ini belum maksimal, karena sesuai informasi dari Kepala Kampung Benyom Jaya 1, kalau dalam sehari mereka harus memasak beras sebanyak 100 kilo, maka kalau dihitung dalam 10 hari saja, sudah masuk 1 Ton beras, maka itu, dengan yang kami berikan ini, paling hanya bisa bertahan dua sampai tiga hari kedepan,” jelasnya.

Walau dengan keterbatasan, menurut Jan, ada upaya lain yang dilakukan oleh kepala Distrik Nimbongkrang untuk mengatasi hal ini dengan cara berkoordinasi dengan kepala-kepala kampung untuk membantu para pengungsi.

“Tetapi, bagi siapa saja yang ingin memberikan bantuan pengungsi, maka bisa langsung ke posko bantuan di Kantor Kepala Kampung, Benyom Jaya 1,” ujarnya.

Dengan kondisi ini, Jan berharap, kiranya ketiga kepala kampung, yakni Benyom Jaya 1, Nimbongkrang, dan Benyom Jaya 2 dapat terus berkoordinasi, agar ada upaya yang dilakukan melalui pembiayaan untuk menjawab makan minum para pengungsi.

Diketahui, dari informasi sementara yang dihimpun, rusuh ini terjadi karena adanya oknum masyarakat yang mabuk lalu membuat onar.

Namun saat ditegur, oknum ini tidak terima terjadi keributan, dan akhirnya terjadi pembacokan. Atas hal ini, maka masa melakukan pembakaran di balai desa, Pos Polisi dan rumah warga.

Redam Situasi

Tokoh yang dituakan oleh masyarakat Kuansu dan Bongrang, Seblon Dwaa, menepis isu yang beredar soal dirinya dituding meminta Pj Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo untuk mengevakuasi warga transmigran di Kampung Karya Bumi Besum, Distrik Namblong, Kabupaten Jayapura.

Seblon Dwaa mengatakan, narasi itu dipelintir oleh sejumlah pihak sebagai propaganda perpecahan dalam insiden yang tengah terjadi pada Senin (1/1/2024).

Seblon menegaskan, kehadiran dirinya di tengah bentrok antarwarga yang berujung korbn jiwa adalah untuk membendung situasi agar dampaknya tidak meluas.  

“Saya memang kemarin bersama massa, saya juga keluarkan statemen meminta Pj Bupati dengan maksud keluarkan warga, kosongkan daerah tersebut karena daerah tersebut berada di tengah kampung masyarakat asli Papua.”

“Oleh karena itu saya minta untuk dikosongkan sebagai antisipasi, dan saya tidak mau ada pertumpahan darah, takut massa sudah brutal” jelasnya, Selasa (2/1/2023) malam di Sentani.

Seblon juga mengimbau kepada masyarakat yang bertikai untuk tetap menahan diri dengan tidak melakukan aksi yang dapat merugikan sesama.

“Saya selalu bilang jangan anarkis, selama 1×24 kami di masjid itu tidak ada pembakaran yang kembali dilakukan massa,” tegasnya. (ka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?