Tingkatkan UMKM Dua Negara, Suzana Wanggai: Gelar Kegiatan Border Trade Show 2023 di Perbatasan RI-PNG
JAYAPURA, POJOKINDO.com – Border Trade Show 2023 di Netralzone Perbatasan Skouw-Wutung RI-PNG, Kota Jayapura, sukses digelar dengan melibatkan UMKM dari Papua Indonesia dan Papua New Gunea (PNG). Kegiatan itu berlangsung selama tiga hari yakni, 15-17 Desember 2023.
Menurut, Plt Asisten Sekda Papua Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat, Suzana Wanggai, kegiatan tersebut untuk meningkatkan UMKM dari dua negara.
“Kita sudah laksanakan Border Trade Show selama tiga hari antara Indonesia dan PNG, di mana tujuannya untuk meningkatkan para UMKM baik secara khusus di Jayapura maupun di PNG dalam hal ini West Coust di Vanimo,” kata Suzana Wanggai, di Jayapura, Rabu (20/12/2023).

Suzana yang juga Kepala BPPKLN Papua ini menilai, dalam ivent itu antusias masyarakat sangat tinggi. “Kita lihat antusias masyarakat sangat tinggi bahkan UMKM yang ingin terlibat sangat banyak,” akunya.
Bahkan, sambung Suzana, hal itu terlihat di hari kedua dan jelang penutupan.
“Dalam dua hari itu banyak UMKM yang mendaftar tapi sudah tidak bisa diterima karena sudah padat sekali,” ujarnya.
Masih menurut Suzana, dibutuhkan satu ruang untuk kedua negara ini melaksanakan kegiatan seperti Border Trade Show.
“Tentu hal ini untuk perdagangan lintas perbatasan bersama, jadi bukan sendiri-sendiri melainkan kedua masyarakat bisa saling berinteraksi agar tidak canggung,” katanya.
Kendati hanya berlangsung tiga hari, namun Border Trade Show mendapat kesan baik dari berbagai pengunjung. “Itu suatu hal yang sangat luar biasa,” ungkap Suzana.
“Ini bukan harapan kita sendiri namun dari kedua negara Indonesia dan PNG, supaya ivent-ivent seperti ini bisa dilaksanakan setiap tahun bahkan lebih besar,” katanya.
Sehingga, kata Suzana, bukan hanya UMKM saja yang terlibat, melainkan produk unggulan dari kedua negara bisa dipamerkan.
“Contohnya dari PNG mereka bisa pamerkan speed boat, kornet dan masih banyak lagi,” katanya.
Tekait lanjutan ivent tersebut, menurut Suzana sudah dibicarakan oleh kedua negara.
“Kita sudah bicarakan, mudah-mudahan tahun depan bisa digelar lagi, bahkan mereka minta jangan hanya setahun satu kali, namun menjelang hari-hari besar bisa dilaksanakan,” ujar Suzana.
Artinya, ungkap Suzana, melalui ivent seperti itu antusias kedua masyarakat sangatlah baik.
“Semua pihak ingin agar kegiatan seperti itu bisa selalu ada, bahkan bisa rutin dilaksanakan agar menjaga hubungan baik antara indonesia dan PNG,” ungkapnya.
Lebih jelas, Border Trade Show 2023 menjadi suatu implementasi yang dilaksanakan melalui kerjasama kedua negara.
“Kita sudah punya kerjasama Sister City dan ini salah satu implementasinya jadi bukan hanya diatas kertas saja tetapi implementasinya mesti dilaksanakan dan ini luar biasa,” tukas Suzana. (ka)

