Ribuan Orang Hadiri Perayaan Natal Papua, Ini Pesan Kapolda Papua
JAYAPURA, POJOKINDO.com – Sebanyak 2.000 orang hadiri perayaan natal Keluarga Besar Papua Barat dan Papua Barat Daya (PBD) di GOR Cenderawasih Jayapura, Minggu (17/12/2023) malam. Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Natal Mikael Kambuaya mengatakan, tujuan dilaksanakanya natal ini untuk membangun kebersamaan.
“Tentu untuk merayakan hari kelahiran Yesus Kristus yang membawa cinta dan damai kepada umat manusia,” kata Mikael Kambuaya.
Selain itu, momentum ini untuk mempererat silahturahmi antara sesama keluarga besar Papua Barat dan Papua Barat Daya. Bahkan, kebersamaan ini untuk menyikapi pesta demokarasi Pemilu tahun 2024 mendatang.
“Kami harapkan berlangsung secara damai dan sukacita,” ujarnya.
Dia mengatakan, ribuan masyarakat yang hadir ini dari Kabupaten Jayapura, Kabupatem Keerom dan Kota Jayapura.
“Atau yang mewakili wilayah adat Domberay atau yang sering disebut wilayah Kepala Burung, Papua,” pungkasnya.
Sementara itu, Pembina/Penasehat Natal Keluarga Besar Papua Barat dan PBD, yang juga Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, menekankan pentingnya kesederhanaan dan persatuan dalam merayakan Natal.

Fakhiri juga mengajak umat beragama untuk aktif menciptakan suasana damai, mendukung pembangunan di Tanah Papua, serta suksesnya Pemilu dan Pilkada 2024.
“Indonesia berdiri karena kemajemukan, perbedaan, dan kebhinnekaan. Keberbedaan, kemajemukan, dan kebhinnekaan ini yang membuat kita bersepakat untuk tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Fakhiri.
Sambutan ini pun menggarisbawahi keunikan Papua dalam kemajemukan dan toleransi antarsuku dan agama, menjadikan Papua sebagai contoh keberagaman di Indonesia.
“Selain itu tidak akan ada indonesia jika tidak ada islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan agama-agama atau kepercayaan lainnya.”
“Dan tidak akan ada indonesia, jika papua tidak termasuk didalamnya. Karena itu walau iman kita berbeda-beda, tetaplah kita semua saudara dalam kemanusiaan, jadi mari kita semua sama-sama bersyukur dengan keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia,” sambung Fakhiri.
Fakhiri berharap perayaan Natal ini tidak hanya merayakan keberagaman, tetapi juga menjadi ajang untuk menjaga perdamaian, terutama menjelang Pemilu dan Pilkada 2024. Agar agama tidak dimanfaatkan sebagai alat politik, ia mengajak semua untuk menjaga persatuan dalam perbedaan.
“Mari bapak ibu, adik, kakak, kitorang semua, tolong bantu kami TNI-Polri untuk menyukseskan Pemilu dan Pilkada 2024, jangan jadikan agama sebagai alat politik untuk menarik suara tertentu, tapi jadikanlah agama sebagai landasan iman dan takwa untuk melakukan yang terbaik bagi tanah Papua,” tandasnya. (ka)

