Ekonomi

BI: Perekonomian Papua Tahun Depan Tumbuh hingga 4,5 persen

TERASTIMUR.com, JAYAPURA – Bank Indonesia (BI) memperkirakan perekonomian wilayah Papua tumbuh sebesar 3,50 hingga 4,50 persen (yoy) tahun 2023 dan 5,25 hingga 6,25 persen (yoy) pada 2024.

Perkiraan ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Juli Budi Winantya, pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2023 yang digelar secara hybrid pada Senin (4/12/2023) di Jayapura.

Dari sisi pengendalian harga, BI memperkirakan inflasi di Papua akan selaras dengan sasaran inflasi nasional sebesar 3 ± 1 persen tahun ini, dan 2,5 ± 1 persen pada 2024.

Hanya, untuk mencapainya, seluruh pemangku kepentingan diajak untuk terus memperkuat sinergi dan optimisme dalam rangka mencapai pertumbuhan yang kuat, berimbang, berkelanjutan, dan inklusif.

“Terbentuknya provinsi-provinsi baru di wilayah Papua mempengaruhi dinamika perekonomian di tanah Papua,” ujar Juli Budi Winantya dalam sambutan yang dibacakan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Thomy Andryas.

Sebab, empat provinsi DOB memiliki peran yang sentral karena memberikan kontribusi sekitar 15 persen pada perekonomian Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) dan sekitar 1,5 persen pada perekonomian nasional.

Untuk memperkuat struktur perekonomian, kata Thomy, setidaknya diperlukan upaya untuk mendorong keragaman 3 (tiga) hal, yaitu sumber pertumbuhan ekonomi, pelaku ekonomi, dan sistem ekonomi dan keuangan.

“Upaya tersebut perlu diimbangi dengan digitalisasi dan pembangunan yang berwawasan lingkungan, serta didukung sinergi antara berbagai pihak dengan optimisme yang tinggi,” jelasnya.

Dalam mencapai inflasi yang rendah dan stabil, Bank Indonesia yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Papua, telah melaksanakan sejumlah sinergi program bersama berbagai pihak terkait.

Sinergi dan koordinasi yang dilakukan telah menunjukkan hasil yang positif, tercermin dari laju inflasi 3 (tiga) kota IHK di Papua (Kota Jayapura, Timika, dan Merauke) yang melandai menuju rentang target inflasi nasional.

Berbagai upaya untuk memperkuat struktur perekonomian telah dilakukan, baik melalui upaya dalam meningkatkan peran UMKM, mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru, dan memfasilitasi berkembangnya ekonomi dan keuangan syariah.

Berdasarkan asesmen, terdapat beberapa sektor potensial dalam mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru, antara lain: perikanan, pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Selanjutnya, upaya mendorong digitalisasi, khususnya sistem pembayaran, telah diwujudkan melalui pembentukan TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) di beberapa daerah di wilayah Papua, dan implementasi QRIS.

Terbukti, Kota Jayapura berhasil mendapatkan penghargaan sebagai TP2DD terbaik tingkat Kab/Kota wilayah Papua, Nusa Tenggara, dan Maluku.

Selain digitalisasi transaksi, Bank Indonesia bersama stakeholders berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan uang dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, dan kondisi yang layak edar, serta mendukung kedaulatan Rupiah khususnya di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Terpencil).

Selanjutnya, untuk melayani kebutuhan masyarakat dalam rangka menghadapi Natal dan Tahun Baru, Bank Indonesia bersama perbankan telah mempersiapkan distribusi uang Rupiah sebesar Rp4,7 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?