Ekonomi

Bulog Manokwari Jaga Stabilitas Harga Beras Jelang Nataru

POJOKINDO.com, MANOKWARI – Perum Bulog Cabang Manokwari, Papua Barat berkomitmen menjaga stabilitas harga beras menjelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) dengan penyaluran 1.400 ton bantuan pangan.

Di samping itu, Kepala Perum Bulog Cabang Manokwari Stephanus Kurniawan mengatakan, untuk Desember 2023, pihaknya juga akan menyalurkan 400 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Jumlah ini diakui Stephanus Kurniawan meningkat dua kali lipat dibanding bulan-bulan sebelumnya, yakni Bulog Manokwari hanya menyalurkan lebih dari 100 ton beras SPHP.

“Minimal bisa menahan supaya harga beras janga naik dan masyarakat ada pilihan beras murah di pasar,” ungkap Stephanus Kurniawan saat diwawancarai wartawan, di Manokwari, pada Rabu (6/12/2023).

Ia menjelaskan, 1.400 ton bantuan pangan yang disalurkan pada Desember 2023, ini merupakan bagian dari target yang harus dicapai Bulog Manokwari.

Lantaran, sejak September hingga Desember, Bulog Manokwari ditargetkan menyalurkan 2.000 ton untuk 51 ribu keluarga penerima manfaat (KPM).

Dari 2.000 ton tersebut, Bulog Manokwari telah menyalurkan 600 ton, sehingga tersisa 1.400 ton yang akan disalurkan bulan ini.

Sehingga, ucapnya, kebutuhan beras yang mesti dipenuhi Bulog Manokwari pada Desember 2023 sebanyak 2.000 ton yang terdiri dari 400 ton SPHP, 1.400 ton bantuang pangan dan 200 ton untuk kebutuhan lainnya.

Stephanus Kurniawan mengaku, Bulog Manokwari juga telah mengantisipasi agar cadangan beras tetap aman pada akhir Desember 2023 hingga awal tahun 2024.

Untuk itu, sekira 1.000 ton beras telah disiapkan Bulog Manokwari sebagai cadangan stok.

“Paling lambat tanggal 18 Desember, kapal pengangkut 2.000 ton sudah datang. Jadi, dipastikan stok kita masih terjaga 1.000 ton hingga akhir tahun,” tuturnya.

Ia mengatakan, dalam beberapa pekan ke depan, Bulog Manokwari berencana dengan beberapa mitra akan menggelar gerakan pangan murah.

Dalam kesempatan itu, ia mengaku, Bulog Manokwari juga mesti mengerem stok beras SPHP yang digelontorkan.

Agar masyarakat tidak terkesan “panic buying” yang akhirnya berujung pada penimbunan beras SPHP.

Oleh sebab itu, ia berharap, masyarakat tidak khawatir menjelang Nataru karena Bulog Manokwari pun sudah mengantisipasi kalau stok terjaga 1.000 ton hingga akhir tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?