Keluarga Antar Jenazah Korban Pembacokan KM 10 ke Kantor Gubernur Papua Barat Daya
SORONG, POJOKINDO.com – Keluarga korban pembacokan sadis di Kilometer (KM) 10 membawa jenazah Alfian Mambrasar ke Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Kota Sorong, Jumat (17/10/2023).
Arak-arakan jenazah korban pembacokan tersebut dikawal oleh sejumlah anggota kepolisian.
Kabag Ops Polresta Sorong Kota Kompol Indra Gunawan mengatakan kejadian bermula dari keluarga korban yang tak terima korban Alfian Mambrasar dibacok.
“Kami sudah amankan terkait jenazah pembacokan tadi malam dan tersangka sudah diamankan di Polresta Sorong Kota,” ujar Indra Gunawan di Kota Sorong, Jumat (17/11/2023).
Dia juga mengatakan jenazah rencananya akan dibawa ke Kantor Gubernur Papua Barat Daya oleh keluarga.
Jenazah dibawa dari RSUD Sele Be Solu Sorong ke kantor Pj Gubernur Mohammad Mussad itu.
“Iya, ini rencananya (jenazah) dibawa ke kantor Gubernur Papua Barat Daya,” ujarnya.
Menurut keterangan Indra, keluarga korban sempat melakukan pemalangan jalan di KM 12.
Keluarga korban pembacokan memalang Jalan Basuki Rahmat depan Polsek Sorong Timur dengan kayu dan batu.
“Pemalangan ini dr pagi rekan-rekan dari Polsek maupun Polres sudah melaksanakan pengamanan di RS ini. Tersangka sudah kami amankan,” katanya.
Hingga saat ini TribunSorong.com masih mengonfirmasi tuntutan yang ingin disampaikan oleh keluarga korban perihal insiden tersebut.
Sebagai informasi, korban yang bernama Alfian Mambrasar diketahui merupakan seorang politisi yang menjabat Sekretaris DPC PKB Kabupaten Tambrauw.
Dia bahkan tercatat sebagai Calon Anggota DPRD Tambrauw pada Pemilu Serentak 2024.
Dalam Daftar Tetap Calon (DCT) DPRD Kabupaten Tambrauw yang dirilis melalui laman resmi KPU Kabupaten Tambrauw ditemukan nama Alfian Mambrasar dengan nomor urut II.
Sebelumnya diberitakan telah terjadi aksi pembacokan di lampu merah Kilometer 10, Distrik Timur, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Kejadian terjadi pukul 20.15 WIT, Kamis (16/11/2023).
Kejadian tersebut berawal dari dua pemuda yang bertengkar di Jalan Basuki Rahmat, Kilometer 10 Distrik Sorong Timur.
Seorang di antara mereka membawa alat tajam, dan sembari bertengkar menuju lampu merah Kilometer 10 Sorong.
Tak jauh dari lampu merah, tiba-tiba lelaki tersebut menghantam korban dengan senjata tajam hingga lebih dari sekali.
Korban pun sempat lari ke arah ruko di sekitar lampu merah, namun pelaku tetap mengarahkan senjata tajam ke korban.
Korban kemudian meminta pertolongan sembari lari ke warung makan di dekat lampu merah Kilometer 10 Sorong.
Selang beberapa waktu, korban yang dalam kondisi badan berlumuran darah tiba-tiba jatuh di dalam warung makan.
Korban tanpa identitas tersebut tewas kala dilarikan ke RSUD Sele Be Solu Sorong. (Khoirul Anam)

