BudayaSosial

Terus Bergerak, Pemkab Kepulauan Yapen Berhasil Turunkan Angka Stunting

YAPEN, POJOKINDO.com – Upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Papua terus digiatkan seluruh pihak, baik pemerintah maupun swasta.

Seperti yang dilakukan Pemkab Kepulauan Yapen, yang terus bergerak dan fokus sehingga berhasil menurunkan angka stunting dari 33,1 persen di 2021 menjadi 31,1 persen di 2022 lalu.

Berdasarkan data SSGI tahun 2021 dan 2022, Provinsi Papua mengalami kenaikan prevalensi stunting sebanyak 5,1 persen yakni dari 29,5 persen (2021) menjadi 34,6 persen (2022).

Meski demikian, salah satu kabupaten dari 29 kabupaten/kota yang mengalami penurunan angka stunting adalah Kabupaten Kepulauan Yapen.

Berbagai intervensi telah dilakukan, salah satunya di Distrik Yapen Selatan, yang menjadi lokasi pelaksanaan pertemuan Evaluasi Minilok pada Rabu (25/10/2023) lalu.

Dimana berdasarkan laporan pelayanan kesehatan di Puskesmas Serui Kota, telah dilaksanakan pemeriksaan ibu hamil dari 13 kampung, pemantauan balita, pemberian tablet tambah darah sebanyak 4 tablet per bulan bagi sejumlah siswi di 18 SD, 8 SMP, 5 SMA dan 2 SMK, pemberian vitamin A, dan pemberian imunisasi TT (Tetanus Toxoid) bagi calon pengantin (catin) dari beberapa kampung yaitu Serui Kota, Serui Jaya, dan Tarau.

Adapun hambatan dan tantangan yang kerap ditemui dalam pelayanan kesehatan adalah kurangnya kepedulian orang tua dalam memantau pertumbuhan balita, pola asuh dalam keluarga, PMT (Pemberian Makanan Tambahan) 90 hari kurang mendapat respon yang aktif dari orang tua dan kurangnya kesadaran ibu hamil untuk memeriksakan kehamilan maupun dukungan dari keluarga.

Di samping itu, ada juga kendala dalam pemeriksaan kesehatan catin yang belum dilakukan, dimana hanya imunisasi catin dan kunjungan oleh TPK yang berjalan.

Selanjutnya, semangat percepatan penurunan stunting ini kembali dipertegas dalam kegiatan Forum Koordinasi Stunting tingkat Kabupaten Kepulauan Yapen tahun 2023 yang dilaksanakan pada Selasa (31/10) pagi di Gedung Silas Papare, Serui.

Kegiatan tersebut pun mendapat sorotan khusus dari Penjabat Bupati Kepulauan Yapen, Welliam R. Manderi, yang amanatnya dibacakan Asisten III Bidang Administrasi dan Umum, Wahyudi Irianto.

Wahyudi menyebutkan bahwa terselenggaranya rapat koordinasi tersebut harus dipandang sebagai forum strategis untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan program-program serta mengidentifikasi setiap kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di daerah setempat.

Bentuk komitmen pimpinan daerah dan lintas sektor juga terlihat sejak dikukuhkannya mitra BAAS (Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting) dari 52 instansi pada bulan April, pemberian makanan tambahan (PMT) oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, pendataan keluarga berisiko stunting yang sedang berjalan, dan pembuatan regulasi berupa Perbup Percepatan Penurunan Stunting yang direncanakan terbit pada awal tahun 2024.

Sementara itu, Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Arianto Gamar mewakili Kepala Perwakilan menegaskan bahwa, satu dari tujuan kegiatan tersebut yakni mereview perkembangan pelaksanaan PPS dan diharapkan dapat merumuskan strategi, langkah-langkah dan komitmen bersama dalam upaya percepatan penurunan stunting di tingkat Kabupaten Kepulauan Yapen tahun 2023 hingga 2024.

Perlu diketahui bahwa berdasarkan data elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) yang memuat data hasil pengukuran dan pelaporan gizi yang dientri setiap bulan oleh pengelola gizi di tiap-tiap Puskesmas, terdapat sejumlah 303 bayi stunting yang terpantau dalam 13 puskesmas di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Sedangkan keluarga berisiko stunting berdasarkan data pendataan keluarga tahun 2022 sejumlah 5.101 keluarga.

Tentunya target sasaran ini selanjutnya mendapat pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga, yang data pendampingannya terinput dalam Aplikasi Elsimil.

Diharapkan melalui serangkaian kegiatan yang dilakukan tersebut dapat membangun dan meningkatkan koordinasi, komunikasi dan sinergi lintas sektoral dalam pelaksanaan Program Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Kepulauan Yapen. (Khoirul Anam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?