Resmikan Gedung Gereja GKI Yoska Yudea Benawa, Ini Wejangan Bupati Yalimo dan Wabup Yahukimo
ELELIM, POJOKINDI.com – Bupati Yalimo Nahor Nekwek bersama Wabup Yahukimo Esau Miram meresmikan gedung Gereja GKI Yoska Yudea Benawa Klasis Yalimo Elelim, Papua Pegunungan, Jumat (20/10/2023).
Peresmian gedung Gereja GKI Yoska Yudea Benawa ini, mengusung tema “Kasih Kristus Menggerakkan Kemandirian Gereja Mewujudkan Keadilan, Kedamaian dan Kesejahteraan” yang diambil dalam Kitab 2 Korintus 5;18-19 dan Mazmur, 72;23.
Sedangkan sub tema “ Melalui Peresmian gedung Gereja Baru Yoska Yudea Benawa Kita Tingkatkan Kualitas Spiritual, Persekutuan, Pelayanan Warga Jemaat dengan Penuh Kasih”.
Bupati Nahor mengungkapkan, proses pembangunan Gereja GKI di Distrik Benawa ini berlangsung sejak jaman para bupati sebelumnya.
Namun, kata dia, penyelesaian pembangunan dilakukan di era kepemimpinannya sebagai Bupati Yalimo.
“Keberadaan Gereja GKI di Distrik Benawa ini tempat untuk pelayanan kepada jemaat yang ada di wilayah Benawa Kabupaten Yalimo, dan juga kami sebagai Pemerintah Yalimo dan Yahukimo datang dan meresmikan Gereja ini untuk melayani jemaat-jemaat yang ada di wilayah Benawa,” ungkapnya.
Pemerintah daerah terus mendorong dan membantu pelayanan gereja dan beberapa denominasi yang ada di lima distrik di Kabupaten Yalimo.
Dengan begitu, harap Nahor, pelayanan pemerintahan dan kemasyarakat terkoneksi langsung, serta melalui instansi terkait akan menjawab semua kebuhan pelayanan kepada masyarakat.
“Sehingga kami minta seluruh masyarakat di Kabupaten Yalimo harus kerja sama dam mendukung semua program yang dilakukan oleh pemerintah aaerah agar semua pembangunan baik fisik maupun non fisik berjalan sesuai dengan harapan pemerintah dan masyarakat,” pintanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Yahukimo Esau Miram selaku kader GKI mengapresiasi Pemkab Yalimo yang telah membangun sebuah gereja nan megah di tengah perkampungan untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan
Esau pun berharap kepada GKI yang ada di Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo, untuk bersatu dengan denominasi gereja sebagai antisipasi dari pengaruh buruk yang ada.
“Karena jemaat di sini berada di jalan Trans Papua dan banyak pengaruh buruk datang di daerah ini sehingga tetap harus menjadi satu dengan denominasi gereja lainnya yang ada di wilayah ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan oleh masyarakat,”ucapnya.
“Saya berharap jemaat juga ikut menjaga keamanan dan jemaat tetap kokoh di dalam iman dan tetap ibadah di tempat ini sehingga gereja ini menghasilkan kader-kader GKI di tanah papua berkualitas yang takut akan Tuhan supaya gereja ini eksis dan tetap maju terus di tanah Papua,”timpal Esau. (Khoirul Anam)

