Tim Gabungan Berhasil Evakuasi Korban Pembataian dan Korban Selamat Akibat Ulah KKB di Yahukimo
POJOKINDO.com, TIMIKA – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan aksi brutal dan sadis di Kali Ei, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Pasca-kejadian pembantaian dengan korban 7 meninggal dunia dan 11 orang luka, tim gabungan yang dipimpin Mayor Mar Hariono terdiri dari Satgas Yonif 7/Marinir dan Kodim 1715/Yahukimo di bawah kendali Dansatgas Yonmar 7, Letkol Mar Alex Zulkarnaen, melakukan pengejaran dan penyisiran serta berhasil mengevakuasi 21 warga.
Sebelumnya telah diberitakan pada, Senin (16/10/2023) sejumlah 30 orang KKB menyerang area penambangan emas illegal di Kali Ei, Kampung Mosom Duba, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Sebanyak tujuh warga yang merupakan pendulang emas tewas dibunuh, dan warga masyarakat lainnya berupaya menyelamatkan diri.
KKB ini merupakan pimpinan Asbak Koranue, bagian dari kelompok Egianus Kogoya.
Adapun senjata digunakan kelompok ini berupa satu senapan SS1 V2, panah, dan parang.
Selain membunuh, KKB juga membakar tiga ekskavator, dua truk, dan camp pendulangan.
Menurut Kaskogabwilham III, Marsma Deni Simanjuntak, pasca-kejadian pembantaian oleh KKB tersebut personel gabungan langsung berangkat menuju wilayah Kali Ei.
Setibanya di Pos Brimob Kali Kolop, tim gabungan TNI-Polri melaksanakan koordinasi tentang situasi dan kondisi di wilayah Kali Ei.
Selanjutnya Tim melanjutkan pergerakan menuju ke Kali Ei dan Kali Kuk untuk memastikan keberadaan masyarakat yang menyelamatkan diri dari pembantaian KKB tersebut.
Tim gabungan TNI juga berhasil memantau pergerakan KKB terpantau kurang lebih 20 orang dengan membawa lima pucuk senjata, dua senjata organik jenis sniper dan SS1 serta tiga pucuk senjata rakitan.
Mereka bergerak menjauh menuju ke arah ketinggian atau gunung.
TNI-Polri berupaya terus bergerak ke arah pemunculan KKB namun mereka terus bergerak semakin menjauh menuju gunung.
“TNI akan senantiasa membantu masyarakat dan terus menciptakan rasa aman di wilayah Papua. Hasil penyisiran kami berhasil mengevakuasi 21 orang masyarakat lantaran ketakutan berhasil melarikan diri pada kejadian pembantaian oleh KKB,” ujar Kaskogabwilhan III, Rabu (18/10/202) malam.
Ia menyebut, warga yang selamat dari pembantaian KKB tersebut sangat membutuhkan bantuan.
Kondisi mereka pada umumnya masih trauma dengan kejadian tersebut, karena melihat beberapa rekannya tewas di tangan KKB.
“Kami telah mengevajuasi 21 orang non orang asli Papua selanjutnya diserahkan ke Kodim 1715/Yahukimo untuk pengamanan dan tindakan pemulihan selanjutnya oleh tim medis,” pungkasnya. (Khoirul Anam)

