ULMWP Sebut Kunjungan Ma’ruf Amin sebagai Wisata Politik Pencitraan Pemerintah Indonesia
POPJOKINDO.com, JAYAPURAPresiden Eksekutif United Liberation Movement for West Papua atau ULMWP, Manase Tabuni mengatakan kunjungan kerja Wakil Presiden Ma’ruf Amin ke Tanah Papua lebih menyerupai wisata politik pencitraan. Kunjungan Ma’ruf itu dinilai hanya membuang anggaran, karena tidak akan meredakan situasi konflik bersenjata di Tanah Papua.
Hal itu disampaikan Tabuni di Kota Jayapura, Provinsi Papua, pada Senin (9/10/2023). “Itu [kunjungan wakil presiden itu hanya] wisata politik. Itu mereka hanya membuang-buang biaya/anggaran saja. Karena tidak ada dampak sama sekali,” ujarnya.
Wakil Presiden Indonesia Ma’ruf Amin mengunjungi Tanah Papua dari 9 Oktober sampai 13 Oktober 2023. Selama lima hari agenda kunjungan kerja itu itu Ma’ruf Amin akan ke Provinsi Papua, Provinsi Papua Selatan dan Provinsi Papua Pegunungan.
Tabuni mengatakan selama ini kunjungan Presiden Joko Widodo maupun Wakil Presiden Ma’ruf Amin tidak berdampak terhadap kehidupan rakyat Papua. Tabuni mengatakan kunjungan terus dilakukan, namun konflik hingga kejahatan kemanusian terus terjadi di Tanah Papua.
“Kunjungan pejabat dari Jakarta itu tidak menghentikan penderitaan [dan] kematian orang Papua. Apakah [dampak] kunjungan Wapres saat ini, [maupun] kunjungan Presiden Jokowi belasan kali [itu] menghentikan penderitaan, kematian, [dan] kejahatan di atas Tanah Papua? Itu artinya dia tidak buat apa-apa di atas Tanah Papua,” katanya.
Tabuni mengatakan ULMWP mencatat selama Juni hingga September 2023 terjadi kekerasan TNI/Polisi kepada warga sipil Papua di Kabupaten Dogiyai, Fakfak, Yahukimo, Nduga dan Pegunungan Bintang. Kekerasan itu menyebabkan 13 orang tewas, 7 orang mengalami luka-luka, 16 orang ditangkap, seorang dianiaya.
Eskalasi konflik bersenjata di berbagai wilayah itu telah membuat sedikitnya 674 warga sipil telah mengungsi. “Kejahatan menjadi tradisi [atau hal biasa] di atas Tanah Papua,” ujarnya.
Tabuni mengatakan seharusnya Pemerintah Indonesia fokus menyelesaikan masalah yang terjadi di Tanah Papua. Tabuni mengatakan hingga saat ini tidak ada keseriusan dari Pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan masalah Papua, tetapi lebih mementingkan kunjungan formal.
“Harus ada alasan yang betul-betul [berdampak positif] untuk orang Papua ketika mereka datang ke Papua. Itu penting sekali. Sebagai pemimpin Indonesia, mereka harus bawa martabat ke Papua, bukan bawa pejabatnya. [Seharusnya] martabat bangsa Indonesia itu mereka bawa ke Papua untuk menyelesaikan masalah di Papua, itu lebih penting sekali,” katanya.
Sekretaris Eksekutif ULMWP, Markus Haluk mengatakan kunjungan Wakil Presiden Wakil Presiden, Ma’ruf Amin ke Tanah Papua hanyalah bagian dari politik pencitraan mau menunjukan bahwa Papua sedang baik-baik saja. Menurut Haluk, kunjungan itu tidak membawa dampak terhadap kesejahteraan hidup orang asli Papua.
“Jadi kunjungan semua ini politik pencitraan yang pemerintah lakukan. Tetapi publik Indonesia tertipu oleh politik pencitraan yang dimainkan pemerintahan Presiden Jokowidan Wakil Presiden Ma’ruf Amin,” ujarnya. (Khoirul Anam)

