Festival Budaya Asmat Pokman: Jati Diri Orang Asmat sebagai Pewaris Situs Dunia
POJOKINDO.com, ASMAT – Festival Budaya Asmat Pokman, merupakan ajang tahunan yang menampilkan sejumlah kesenian dan budaya asli Suku Asmat yang tinggal dan hidup di pedalaman Papua.
Budaya ini kian mendunia, yang saat ini diwarisi penerus Suku Asmat dari nenek moyang mereka.
Suku Asmat sangat terkenal di mata dunia oleh ukiran-ukirannya yang memiliki makna dan filosofi yang mendalam.
Setiap ukiran, menceritakan kehidupan Suku Asmat yang hidup damai dan sejahtera bersama alam di Tanah Papua.
Asisten II Pemerintah Provinsi Papua Selatan, Sunaryo, mengakui, beberapa kesenian yang dimiliki Suku Asmat, adalah situs sejarah dunia.
“Jati diri orang Asmat sebagai pewaris situs dunia yang hingga hari ini terus dipertahankan dan dikembangkan,” terang Sunaryo pada acara pembukaan Festival Asmat Pokman di lapangan Yos Sudarso, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan.
Lebih lanjut dia menjelaskan, kesenian atau kerajinan yang dimiliki orang Asma tantara lain seni ukir, seni tari, seni dayung dan kesenian lainnya tidak ada di daerah lain di belahan dunia.
Festival Asmat Pokman yang ke-36 tahun 2023, adalah event yang digalakan oleh Keuskupan Kabupaten Asmat dan didukung penuh Pemerintah Kabupaten Asmat.
Kegiatan yang diagendakan setiap tahun ini, menarik banyak wisatawan baik domestik hingga luar negeri.
Adapun sejumlah kegiatan yang sangat menarik adalah, eksebisi perahu dayung ciri khas suku Asli Asmat, makanan khas Asmat yakni ulat Sagu dan lomba memahat sepotong kayu hingga menjadi sebuah ukiran yang indah. (Khoirul Anam)

